Antrian Puskesmas Cogreg: Astagfirullah ‘Lama’ Yah

Bogor Times, Kabupaten- Sembab mata Omah (53) sambil lirih mengucap kalimat Istigfar. Berulang kali, istigfar dan tasbih menyertai antriannya di Puskesmas Cogreg, Sabtu (16/11/2019) pagi ini. 

Warga Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor ini berharap segera mendapat rujukan ke rumah sakit terdekat atas keluhan sakit lambung yang membuat tubuhnya lemah tak berdaya. 

Ditemani anaknya, Omah tetap sabar mengikuti arahan petugas Puskesmas untuk antri di tempat duduk berbahan besi. Walaupun berharap bisa berbaring, Omah harus sabar duduk dan terselak pasien bugar yang melakukan cek darah. 

“Astagfirullah, lama yah, ” lirihnya mengeluh sakit. 

Baca Juga:  Ketua PPNI: Perawat Harus Berkualitas Melayani Pasien

Omah mengaku merasakan sakit luar biasa di area perut sebelah kiri. Sakit itulah yang membuatnya harus dipapah saat berjalan. 

“Ga kuat diri. Makanya dibantu anak saya, ” ucapnya.

 Kedatangan Omah bermaksud untuk mendapat rujukan ke Rumah Sakit Dompet Dhuafa, Kemang. Agar penyakitnya bisa terobati. 

Peristiwa Omah bukan kali pertama terjadi. Buruknya pelayanan petugas puskesmas juga dirasakan oleh warga lainnya. 

Seperti keterangan salah satu warga, Subhan Fadhilah (33). Dirinya kerap menyaksikan warga Lanjut Usia (lansia) yang mengantri lama untuk mendapat pelayanan Puskesmas di Desa Cogrek.

“Lansia disuruh ngantri lama. Buat bikin rujukan saja berbelit-belit. Engga tega lihatnya, ” tuturnya. 

Baca Juga:  Pelayanan Puskesmas Cogreg Maksimal-Petugas Terbatas Pasien Membeludak

Tidak hanya itu, kehadiran petugas lamban dan kerap kali tidak ramah pada pasien.

“Dokternya ketus ke warga. Ada dokter di ruang anak  fokus maen laptop sambil nangani pasien, ” ucapnya. 

Kondisi itu ia alami dan saksikan pada saat memeriksa kondisi sang buah hati pada Jumat(15/11/2019) pagi. 

Senada dengan Andry Wahyudin. Warga Desa Cogreg, Kecamatan Parung ini juga merasa pelayanan kesehatan di desanya harus diperbaiki. 

“Pelayanan Puskesmas  di Cogreg kurang ramah.  Apa lagi dokternya.  Lansia ambil antrian salah bawa kartu nada penyampaiannya kurang enak di denger, “tuturnya.

Baca Juga:  Sambut Komitmen Puskesmas,Warga Cogreg Gelar Doa Bersama

Ia berharap, pelayanan kesehatan gratis disertai kualitas. “Jangan cuma karena gratis terus pelayanan terabaikan, ” tuturnya. 

LEMAS: Pasien tengah dipandu anaknya untuk mengantri. (FOTO:Saepullah)

Saat dikomfirmasi, Petugas Puskesmas,Sudarmadi menerangkan. Pelayanan rumah sakit berbeda dengan Puskesmas. Sehingga tak memerlukan perlakuan khusus pada lansia.

“Beda Puskesmas dengan rumah sakit, dia (lansia,red) harus tetap seperti ini (antri, red), ” tuturnya. 

Tak terkecuali pada pasien dengan kondisi payah. Meski terseok, seok pasien harus terlebih dahulu duduk dibangku antrian dan menunggu. “Ada ruang periksa. Tapi ini Puskesmas, bukan rumah sakit, ” ucapnya.

Viral.. Beginikah Pelayanan Puskesmas
Bagikan:

Tinggalkan Balasan