Bebas, Habib Bahar Menangis

Bogor Times, Kabupaten-Habib Bahar bin Smith bebas dari penjara karena mendapat asimilasi dari Kemenkum HAM. Terpidana kasus penganiayaan itupun mengucapkan terima kasih kepada umat Islam hingga Habib Rizieq Syihab.
Hal itu diucapkan Bahar melalui rekaman video berdurasi 1 menit 55 detik. Rekaman video itu dikirim salah satu kuasa hukum Bahar Ichwan Tuankotta kepada detikcom, Sabtu (16/5/2020).

Dalam video itu, terlihat Bahar menggunakan topi baret berwarna merah dengan lima bintang. Topi itu menutupi rambut gondrong kuningnya. Dalam video, Bahar berbicara soal kebebasan dirinya dari Lapas Pondok Rajeg.

“Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Pada hari ini sabtu tanggal 16 alhamdulilah al fakir Bahar bin Ali bin Smith telah bebas dari Lapas Pondok Rajeg berkat rahmat Allah SWT yang maha kuasa,” ucap Bahar dalam video tersebut.

Bahar menuturkan kebebasan dirinya ini juga berkat doa dari ulama dan umat Islam.
“Dan atas doa para ulama khususnya para Habaib, para Kyai dan khususnya para umat Islam. Alhamdulilah telah keluar dan insya Allah akan kembali berdakwah dan berjuang di jalan Allah SWT,” kata Bahar.

Dalam vidio tersebut juga, Bahar mengucapkan terima kasih kepada imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab.

Mengulas, Habib Bahar bin Smith divonis hukuman penjara tiga tahun. Bahar dinyatakan bersalah atas penganiayaan terhadap dua remaja di Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (9/7/2019). Perjalanan perkara Bahar yang berujung vonis tiga tahun bui.

Baca Juga:  Pecinta Sholawat Akan Banjiri Kota Bogor

– 1 Desember 2018
Habib Bahar bin Smith menganiaya dua remaja, Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. Penganiayaa berlangsung di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 1 Desember 2018. Pesantren tersebut milik Bahar.

– 5 Desember 2018
Orang tua korban mempolisikan habib Bahar. Kasus penganiayaan ini dilaporkan ke Polres Bogor pada Rabu (5/12) dengan laporan polisi nomor LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res.Bgr.

Habib Bahar dilaporkan atas dugaan pidana secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang dan/atau penganiayaan.

– 18 Desember 2018
Habib Bahar bin Smith menjadi tersangka penganiayaan terhadap dua orang anak di Bogor. Ia diperiksa di Mapolda Jabar.

Penetapan Bahar sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang dimiliki oleh penyidik. Bahar langsung ditahan.

Bahar dijerat pasal berlapis yakni Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2) dan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

– 19 Februari 2019
Berkas perkara dugaan penganiayaan remaja oleh habib Bahar bin Smith telah dilimpahkan jaksa ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Kasus itupun segera disidangkan. 

Baca Juga:  21 Terpidana Teroris Berpindah Lapas

Pelimpahan dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong ke PN Bandung pada Selasa (19/2/2019) siang.

Persidangan yang awalnya akan dilakukan di PN Cibinong dipindah ke Bandung. Pemindahan telah disetujui oleh Mahkamah Agung. Keputusan tersebut tertuang dalam surat keputusan (SK) Ketua MA nomor : 24/KMA/SK/II/2019. Surat itu diterima Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong pada Senin 11 Februari 2019.

– 28 Februari 2019
Habib Bahar bin Smith menjalani sidang perdana kasus penganiayaan. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung.

Jaksa mendakwa Bahar pasal berlapis yakni pasal 333 ayat (2) KUHPidana Jo pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHPidana, pasal 170 ayat (2) ke -2, pasal 351 ayat (2), dan pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

– 6 Maret 2019
Majelis hakim mengambil sikap berkaitan proses persidangan perkara penganiayaan yang dilakukan habib Bahar bin Smith terhadap dua orang remaja. 

Hakim memindahkan lokasi persidangan dari PN Bandung ke Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jalan Seram. Tempat ini pernah dijadikan lokasi sidang Buni Yani. 

– 13 Juni 2019
Jaksa menuntut habib Bahar bin Smith hukuman 6 tahun penjara. Jaksa meyakini Bahar terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap dua remaja lelaki, Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki.

Baca Juga:  Abu Bakar Ba’asyir dan 20 Warga Binaan Pindah Lapas?

Sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung.

Selain tuntutan 6 tahun penjara, jaksa juga menuntut habib Bahar hukuman denda Rp 50 juta. Apabila tidak dibayar, diganti kurungan 3 bulan penjara.

– 9 Juli 2019
Majelis hakim menjatuhkan vonis tahun tiga tahun penjara kepada habib Bahar bin Smith. Hakim menyatakan terdakwa Bahar terbukti melakukan penganiayaan terhadap dua remaja. 

“Mengadili, menjatuhkan hukuman pidana terdakwa selama tiga tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider satu bulan,” ucap majelis hakim yang diketuai Edison Muhammad di sidang vonis yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (9/7/2019).

Majelis hakim menegaskan bahwa Bahar terbukti menganiaya dua korban. Menurut hakim, Bahar bersalah sesuai pasal Pasal 333 ayat (2) KUHPidana dan atau Pasal 170 ayat (2) dan Pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan