Abu Bakar Ba’asyir dan 20 Warga Binaan Pindah Lapas?

Bogor Times,Kabupaten- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Narkotika kelas IIA Gunungsindur, Kabupaten Bogor memindah beberapa terpidana teroris. Dari 38 yang diajukan diantaranya adalah Abu Bakar Ba’asyir, hanya 21 teroris yang bisa dikirim ke lain lapas.

“21 orang itu kecuali Abu Bakar Ba’asyir. Dia tidak termaksud,” kata Kepala Lapas khusus Narkotika kelas IIA Gunungsindur, Erry Taruna, Rabu (19/2).

Ia menerangkan, pemindahan para warga binaan  tersebut berkaitan dengan rencana pemerintah melakukan pembangunan Lapas dengan sifat risiko tinggi (high risk). Khusus menempatkan napi bandar narkoba maupun terorisme.” Sementara ini masih memaksimalkan Lapas (high risk,red) yang telah ada,” ucapnya.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan kinerja yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas ‘Efektivitas Upaya Penanganan Kelebihan Kapasitas Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara’ Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM tahun 2017, terdapat lima Lapas/Rutan berkategori high risk. Diantaranya adalah lapas Gunungsindur dan Nusakambangan.

Baca Juga:  LAPAS GUNUNGSINDUR HARAP MEDIA BISA SINERGI DUKUNG RESOLUSI PEMASYARAKATAN

Mengulas, Abu Bakar Ba’asyir sebelumnya dikabarkan menjalani pemeriksaan kesehatan selama enam jam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan kembali ke Lapas Gunungsindur pada bulan lalu (Selasa 29/1/2019).

Pemeriksaan kesehatan dedengkot Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini dilakukan lantaran  mengalami pembengkakan pergelangan kaki sejak lama yang berpotensi menyumbat pembuluh darah. Karenanya, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Solo ini membutuhkan fisioterapi dan langsung ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam, ortopedi, dan bedah vaskuler,

Bagikan:

Tinggalkan Balasan