ACT Bantu Guru

Bogor Times, Kabupaten-Sejak diluncurkan pada 25 Oktober 2019 Program Sahabat Guru Indonesia (SGI), ACT dan Global Zakat telah memberikan bantuan biaya hidup kepada kurang lebih 1000 guru di seluruh Indonesia, termasuk di Kota dan Kabupaten Bogor.

Bertempat di Kantor ACT Bogor di kawasan Pandu Raya, Senin (30/12), ACT kembali memberikan bantuan kepada 5 guru honorer dan guru ngaji yg telah mengabdi puluhan tahun untuk pendidikan di Indonesia.

“Total di bulan ini sudah 20 guru yg dibantu di Kokab Bogor, harapannya akan lebih banyak lagi guru yg bisa kita bantu, targetnya 100 guru per bulan dan rutin atau berkelanjutan”, ungkap Catur Widodo selaku Kepala Cabang ACT Bogor.

Baca Juga:  Bahagianya Anak-anak Kampung Rancanangka Dapatkan Peralatan Sekolah

Beliau menambahkan hal ini bisa terwujud apabila gerakan kedermawanan di masyarakat semakin meningkat.

Setiap guru memiliki perjuangannya masing-masing. Dalam sesi sharing pengalaman, Ibu Heti Sumiati (40 tahun), seorang guru di SDN Pasirangsana 02 Desa Sukasari Kec Tamansari Kab Bogor bercerita kurang lebih 9 tahun ia jalan kaki menyebrangi Kali Ciapus untuk berangkat dan pulang mengajar.

“Kalo jalan muter perlu 3 kali naik angkot dan 2 kali ojek, jadi saya angkat baju dan lepas sepatu lalu nyebrang sungai yg lumayan lebar,” tutur Ibu Heti.

Baca Juga:  Bupati Bogor Awasi Langsung Pembukaan Akses Desa Terisolasi

Perjuangannya melewati sungai berakhir setelah 3 tahun lalu dibangun jembatan yg menghubungkan dua kecamatan Ciomas dan Tamansari.

Berbeda dengan guru dari SDN 03 Cihideung Ilir Ciampea, Pak Helmi Juniar (27 tahun), untuk mencukupi kebutuhan keluarga ia menjadi tukang ojek ketika sedang tidak mengajar. “Pas lg gak ngajar sy narik ojek, kadang-kadang juga ikut kerja bangunan kalo lagi ada,” cerita Pak Helmi.

Menjadi guru memang panggilan hati, bagaimana pun perjuangannya bapak ibu guru tetap mencintai dan tidak rela meninggalkan anak didiknya. “Semoga kita bisa menggerakkan kepedulian masyarakat dan pemerintah untuk membersamai perjuangan para guru honorer dan agar kehidupan para guru sejahtera,” tutup Kacab ACT Bogor.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan