Anak Bogor Ini Pasrah Menunggu Mati

Bogor Times, Kabupaten- Nazma (3) nampak pasrah karena terkulai lemas di atas ranjangnya. Buah hati pasangan Nurhasanah (33) dan Indri (35) Warga Kampung Bulak Saga RT 01/07 Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor ini   didiagnosa mengidap penyakit kanker darah atau blood cancer dan tengah melalui perawatan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan hingga hari ini, Senin (27/1/2020). 

Saat ditemui, Nurhasanah sang Ibu tengah tak sadarkan diri. Usai mendengar larangan dokter  mendonorkan darahnya untuk kebutuhan operasi sang buah hati.

 “Di keluarga kami hanya ibunya yang golongan darahnya sama, ” lirih Indri sambil mengelus kening istrinya.

Baca Juga:  Anggota DPRD Tak Peduli, Puluhan Anggota Kartar Berebut Donorkan Darah

Indri bercerita. Sebelum tak sadarkan diri, istrinya sempat memaksa dokter untuk melakukan  pengambilan darah. Namun, karena kondisi Nurhasanah tengah lemah, dokter tak mengizinkannya.

 “Sebelum donor dicek dulu kondisi istri saya. Ternyata kondisi fisiknya tidak memungkinkan, ” ucapnya. 

Karena persediaan darah tak mencukupi, sambung Indri, dokter memberikan keterangan bahwa oprasi tak bisa berlangsung lantaran di RS tak ada stok darah golongan A. Karenanya, ia berharap adanya donasi darah. 

“Kita butuh 5 kantong atau lebih. Baru ada dua kantong yang donor, ” ucapnya. 

Baca Juga:  Hendak Pukul Polisi, Pegendara Nakal Diamankan Kartar Jonggol

Indri mengaku hanya bisa pasrah dan berdoa. Agar anaknya mendapat pertolongan hingga bisa sehat seperti sedia kala. 

“Saya sudah berusaha. Tinggal pasrah dan berdoa, ” tuturnya. 

Lebih lanjut Indri bercerita, awal mulanya sang anak mengeluhkan sakit di mata yang terus membengkak. Karena itu, Indri membawa anaknya berobat ke RS Dompet Dhuafa, Kemang pada Senin (21/1/2020). 

Usai melalui pemeriksaan, pihak RST Dompet Dhuafa mengaku tak sanggup. Karena ternyata sang buah hati mengidap penyakit berbaya dan langsung merujuk ke RS Fatmawati. 

Baca Juga:  Social Distancing Corona, IRDA Bebersih Tempat Ibadah

“Di Fatmawati (RS, red) lebih lengkap katanya (Dokter RST, red), “kata dia. 

Demi sang anak, Indri harus meninggalkan pekerjaannya sebagai montir bengkel motor. Seminggu menjaga sang buah hati, Indri dan istrinya hanya mengandalkan uang dari tetangganya yang menjenguk hilir berganti. ” Sudah seminggu di sini. Alhamdulillah tetangga banyak yang peduli, “pungkasnya.

Hingga berita ini dirilis. Pihak RS Fatmawati belum memberikan keterangan. “Saya tidak bisa beri komentar. Tunggu saya dokternya besok pagi datang, ” jawab Andin salah satu perawat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan