Asyik! Bunga Bangkai Parung Bisa Dimakan

BOGOR TIMES, Kabupaten-Perlu diketahui,  bunga Bangkai (A. pae o ni i folius) yang tumbuh di   Kampung Jeletreng, RT05/04, Desa Cogreg ternyata bisa dimakan. 

Masih pendapat dari Peneliti di Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Rosniati Apriani Risna. Salah satu riset yang tengah dilakukan di Kebun Raya Bogor adalah mengembangkan umbi dari bunga bangkai A. pae o ni i folius menjadi sumber pangan fungsional.

Sama halnya seperti singkong. “Umbi mengandung pati yang merupakan sumber karbohidrat. Dan kendati julukan bunga bangkai yang disandang A. pae o ni i folius membuat kita membayangkan bau tidak sedap, umbinya sama sekali tidak bau,” kata Rina.

Baca Juga:  Bunga Bangkai di Parung Bukan Tanaman Langka

Faktanya, menurut Rina, umbi A. pae o ni i folius telah dimanfaatkan beberapa warga di Jawa timur sebagai pangan selingan. “(Metode masak, red) cukup dikukus dan diberi bumbu kelapa dan garam,” ujarnya.

Akan tetap, sambung dia, dirinya menegaskan bahwa tidak semua bunga bangkai bisa dimakan. Ada dua kultivar A. pae o ni i folius , yaitu walur yang berbatang sangat kasar dan suweg yang batangnya tidak begitu kasar. 

“Dari kedua itu, hanya suweg yang bisa dimakan karena kandungan oksalat di dalamnya lebih rendah sehingga tidak menimbulkan rasa gatal ketika dimakan, ” ucapnya.

Baca Juga:  Bunga Bangkai Gegerkan Warga Parung

Penelitian di Kebun Raya Bogor bermaksud menciptakan makanan yang lebih beragam. Sejauh ini, tim peneliti telah berhasil mengolah tepung dari umbi suweg menjadi berbagai penganan seperti cistik, brownies kukus, kue onde, dan opak.

“Kami juga sudah uji organoleptik (uji bau dan rasa) dan oke, masyarakat bisa menerima itu,” ungkapnya.

Penelitian di IPB bahkan menemukan bahwa produk olahan suweg memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pangan utama bagi penderita diabetes.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan