BARIKADE GUS DUR BOGOR RAYA GELAR DISKUSI KEBANGSAAN

Bogor Times, Kabupaten – Dalam upaya memupuk rasa cinta kepada bangsa dan negara dan menyambut Hari ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 75, organisasi Barikade Gus Dur Bogor Raya menggelar kegiatan diskusi kebangsaan dengan mengangkat tema “Kemerdekaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Persatuan Indonesia”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kafe Cikindo, jalan Raya Sawangan Elok , RT 02 RW 06, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Diskusi publik dipandu oleh moderator Ustad Abdullah Somdani dengan menghadirkan beberapa pemateri diantaranya KH. Zaenal Abidin Ketua Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) Bogor, Romo Yustinus Joned Saputro, Pastor Paroki Santo Joanes Baptista Parung dan Basuki Ahmad seorang mubaligh jama’ah Ahmadiyah dan keynote speak oleh Ustad Ahmad Suhadi selaku Ketua Barikade Gus Dur Bogor Raya.

Dalam kata sambutannya, Ustad Ahmad Suhadi menjelaskan bahwa, peringatan kemerdekaan RI harus terus diisi dengan ragam kegiatan yang mampu meningkatkan dan menguatkan rasa nasionalisme dan kecintaan seluruh anak bangsa. “Kita harus terus berjuang merawat dan menjaga NKRI, dengan saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan yang ada. Termasuk melawan adanya sikap intoleran yang memecah belah anak bangsa.” Ungkapnya.

Baca Juga:  Gunung Munara Obyek Pengibaran Bendera

Ketua Basolia Bogor KH. Zaenal Abidin menerangkan, setiap warga negara Indonesia harus memiliki prinsip dan pemikiran yang sama bahwa merawat dan menjaga keutuhan Indonesia adalah sebuah kewajiban. Dia menegaskan, para ulama telah menegaskan bahwa mencintai negeri adalah sebagian dari iman. Dan di Indonesia, sambungnya, setiap warga negara bebas memeluk agama atau keyakinan dan bebas beribadah sesuai keyakinan yang dianutnya. “Tapi satu hal yang harus dilakukan semua warga negara dan kewajiban untuk terus diperjuangkan adalah merawat dan menjaga kerukunan umat beragama untuk tetap utuhnya Indonesia.” Ungkapnya.

Baca Juga:  Gunung Munara Obyek Pengibaran Bendera

Sedangkan Romo Yustinus Joned Saputro mengungkapkan, harmonisasi kehidupan beragama dan menjaga Bhineka Tunggal Ika adalah kewajiban setiap warga negara. Menurutnya, sosok Almarhum Gus Dur adalah tokoh panutan yang harus terus diikuti segala ajarannya, terutama dalam merawat dan menjaga harmonisasi kebangsaan dan persatuan..”Beliau adalah bapak bangsa yang menjadi panutan dalam memperjuangkan harmonisasi antara umat dan memperjuangkan toleransi di tengah berbagai perbedaan yang ada.” Ujarnya.

Semtara Basuki Ahmad dalam paparannya menjelaskan, di usia kemerdekaan yang ke 75, bangsa Indonesia sudah saatnya harus merdeka secara lahir dan batin. Dalam memperjuangkan kemerdekaan, dibutuhkan jiwa – jiwa yang memiliki rasa kebangsaan atau nasionalisme yang kuat. Menurutnya, agar Indonesia harus tetap ada, maka semua warga negara harus tampil aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan dan merawat kebhinekaan. “Salah satu contoh jiwa – jiwa yang tenang dalam konteks kebangsaan ada pada figur KH. Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Toleransi antar umat beragama harus dilakukan secara aktif dengan bahu membahu dan bersatu padu meningkatkan persatuan dan kesatuan, mengikis habis sikap atau tindakan intoleran yang selalu dilakukan para oknum pemecah belah bangsa.” Cetusnya.

Baca Juga:  Gunung Munara Obyek Pengibaran Bendera

Pantauan media ini di lokasi, diskusi kebangsaan tersebut tampak dihadiri oleh berbagai organisasi dan lembaga pemuda dan lintas agama. Diantaranya dari Barikade Gus Dur Bogor Raya, Basolia Bogor, Pemuda Katolik Bogor Raya, Jamaah Ahmadiyah, Gusdurian Bogor Raya, Makin Bogor, pengurus MWC Nahdlatul Ulama, Patriot Garuda Nusantara (PGN) serta beberapa organisasi/lembaga lainnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan