Bayi Terduga Korban Malpraktek Tutup Usia

Bogor Times, Kabupaten-Setelah beberapa hari berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong bayi bernama Muhammad Arafi (11 bulan) yang diduga mengalami penyakit kulit karena malpraktek salah satu klinik di area Tajurhalang menghembus nafas terakhirnya di RSUD Cibinong pada Kamis (16/01/2020)

Kepada wartawan, kakek bayi, Ruslih mengatakan. Cucuknya menghembuskam nafas terakhirnya sekitar pukul 20:30. Ia mengaku ikhlas dengan kepergian cucuknya.

“Setidaknya cucuk saya terlepas dari sakitnya dan pasti di syurga, ” ujarnya bernada lirih.

Cucuknya langsung dilarikan ke rumah duka Kampung Nanggela, RT 02/07, Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor untuk dimakamkan pada Kamis (16/1/20). Meskipun keluarga sudah menerima meninggalnya Arafi, banyak pihak yang mengusut keterlibatan klinik dokter Santi dalam melayani Arafi sebelum meninggalnya.

Sebelumnya, kondisi Bayi bernama Muhammad Arafi (11 bulan) mengalami luka bakar diarea kulit. Usai didiagnosa campak dan diberikan obat oleh kelinik Dr Santi di area Kecamatan Tajurhalang.

Karena kondisi Arafi semakin parah, keluarga merujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong Jalan KSR Dadi Kusmayadi, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong. Putra dari pasangan Subur dan Nurhalimah. Warga Kampung Nanggela, RT 02/07, Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Camat Tajurhalang Fikri Ikhsani menambahkan, dirinya bersama Sekertaris Desa (Sekdes) sengaja melihat langsung bayi yang dalam kondisi memperhatikan tersebut ke RS. Guna mendapatkan pelayanan yang maksimal dan mengawal pengajuan
BPJS PBI (Penerima bantuan iuran), segera ditertibkan. Untuk biaya pengobatan yang di cover oleh Pemerintah.

“Maka kedepannya kami minta Desa melakukan pendataan warganya yang tidak mampu. Supaya prosedur penanganan kesahatan bisa cepat mendapatkan pelayanan,” tambahnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan