Bogor Waspada DBD

Bogor Times, Kabupaten-TErcatat hingga akhir Januari 2019, jumlah penderita demam berdarah dengue di Kabupaten Bogor mencapai 231 orang dan 5 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan di Kota Bogor, 3 dari 121 penderita demam berdarah meninggal dunia.

“Tahun lalu yang sakit itu ada sekitar 231 orang, itu se-Kabupaten Bogor. Yang meninggal itu ada sekitar 5 orang,” kata Bupati Bogor Ade Yasin saat ditemui di Pendopo, Kabupaten Bogor, Jum’at (6/3/2020).

Ratusan penderita demam berdarah tersebut, kata Ade Yasin, tersebar di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten dan Kota Bogor. Meski jumlah penderita dan korban meninggal akibat demam berdarah cukup tinggi, Pemerintah Kabupaten Bogor belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).

“Walaupun belum KLB, karana masih bisa kita tangani. Namun kita harus waspada,” kata Ade Yasin.

Baca Juga:  MENRISTEK DIKTI RESMIKAN LABORATORIUM ANECHOIC CHAMBER DI PUSTEKSAT RANCABUNGUR

Pasalnya, infromasi di beberapa wilayah sudah bermunculan para korban DBD yang saat ini tengah melalui proses pengobatan. ” Saya himbau dari RT,RW dan Desa untuk melakukan sosialisasi pencegahan. Agar korban tak meluas dan bisa ditangani,” tuturnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, wilayah terbanyak penderita DBD adalah Kecamatan Cibinong, Bojonggede, Citereup, Cileungsi, dan Gunungsindur.

Sementara itu, di Kota Bogor pada tahun lalu pekan keempat Januari 2019 mencapai 121 orang dan 3 di antaranya meninggal dunia.

“Data tahun lalu ada 121 penderita DBD, meninggal 3 orang. Ada 1 orang lagi meninggal dunia, tapi KTP-nya Kabupaten Bogor, sekolahnya di Kabupaten Bogor,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

“Ini memang cuacanya luar biasa, sangat berbeda sekali, jadi tidak cukup hanya dengan fogging saja. Gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) harus secara masif, tidak hanya oleh aparat, tapi juga masyarakat. Kita tidak mau ini jadi kejadian luar biasa,” sambungnya.

Baca Juga:  Langganan Banji, Pemkab Tambal Jalan

Terlebih lagi. Kasus warga meninggal karena demam berdarah atau DBB kembali terjadi di Kota Bogor. Bahkan, dalam seminggu saja, sudah sebanyak dua orang menjadi korban karena DBD.

Menanggapi hal itu, walikota mengintruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular. Terutama DBD, lantaran saat ini intensitas hujan di Kota Bogor tengah tinggi-tingginya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan