Cibinong Terbanyak Corona

Bogor Times,Kabupaten- Pelayanan di Kabupaten Bogor terus berjalan. Meskipun diterapkan pembatasan waktu.

Hal ini patut diwaspadai karena Kecamatan Cibinong mendominasi zona merah virus corona atau COVID-19 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal ini berdasarkan jumlah pasien terinfeksi corona maupun pasien dalam pengawasan (PDP) paling banyak berasal dari wilayah tersebut.

“Sebanyak 11 pasien positif COVID-19 dan 69 (PDP) asal Kecamatan Cibinong,” kata Bupati Bogor Ade Yasin melalui keterangan tertulisnya, Kamis malam, 16 April 2020.

Beberapa hari terakhir, dalam rilis tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor selalu ada pasien positif asal ibu kota Bumi Tegar Beriman itu. Pada Kamis, satu dari dua yang dinyatakan terinfeksi COVID-19 merupakan warga Kecamatan Cibinong.

Baca Juga:  33 Pasien Corona Dinyatakan Sembuh

“Adapun dua orang terkonfirmasi positif COVID-19 yaitu perempuan 43 tahun asal Kecamatan Cileungsi, dan laki-laki usia 35 tahun asal Kecamatan Cibinong (kasus dari status orang dalam pemantauan),” terang Ade Yasin.

Selain Kecamatan Cibinong, ada 13 kecamatan lainnya yang juga masuk dalam zona merah COVID-19 di Kabupaten Bogor. Kecamatan dengan jumlah pasien COVID-19 terbanyak kedua di Kabupaten Bogor yaitu Gunung Putri, yakni sebanyak delapan orang.

Kemudian Kecamatan Bojonggede tujuh orang, Cileungsi enam orang, Ciampea tiga orang, Tajur Halang, Kemang, Citeureup dan Babakan Madang masing-masing dua orang, serta Parung Panjang, Ciseeng, Ciomas, Ciawi dan Jonggol masing-masing satu orang.

Baca Juga:  Kunjungan Komisi X DPR RI Ke Pemkab Bogor

Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat jumlah positif terinfeksi virus corona COVID-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 52 pasien. “Total ada 52 kasus positif COVID-19, empat di antaranya sudah sembuh, dan lima meninggal dunia,” katanya.

Di samping itu Pemkab Bogor juga mencatat ada sebanyak 982 orang dalam pemantauan (ODP), 558 di antaranya sudah selesai dipantau, dan 599 pasien dalam pengawasan (PDP), 181 di antaranya sudah selesai diawasi. Ia mengatakan, dari 181 PDP yang sudah selesai diawasi, ada sebanyak 15 pasien yang meninggal sebelum dinyatakan positif ataupun negatif virus corona melalui hasil swap.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan