Menjawab Pertanyaan Wartawan Humas PT Nindya Karya Mengaku Banyak Tidak Tahu

Bogor Times,Kota Bogor-Hingga saat ini penyebab ambruknya crane di lokasi pembangunan jalur rel ganda Bogor-Sukabumi yang berada di Jalan Lawanggintung Kelurahan Lawanggintung Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor masih belum diketahui.

Para pekerja PT Nindya Karya ini sebelumnya diam seribu bahasa.Kini giliran Humas PT Nindya Karya, Agung angkat bicara.

Apakah penyebab ambruknya crane,itu diduga karena diletakkan di atas tanah yang labil atau di atas tanah yang mudah amblas,kata Agung hingga saat ini PT Nindya Karya masih mendalami hal itu.

Lalu ketika pewarta kembali menanyakan apakah operator yang membawa crane pada Minggu 6 Juni 2021 juga sudah memiliki lisensi.

Agung menjelaskan,bahwa para pekerja dibawah naungan PT Nindya Karya itu sudah memiliki lisensi.

Begitu juga termasuk operator yang membawa crane juga sudah memiliki Sio dan Silo.

Namun ketika wartawan menanyakan apa kepanjangan dari Sio dan Silo dan juga siapa yang mengeluarkan lisensi ini Agung mengaku tidak tahu.

Jika dilansir dari internet Sio adalah surat ijin operator sedangkan Silo merupakan surat izin layak operasi.

‘‘Apa kepanjangan dari Sio dan Silo saya juga kurang paham.Pada intinya operator sama alat berat itu sudah sepaket.Jadi kalau seumpama operator tidak memiliki Sio dan Silo maka para pekerja tidak kami terima,’’jelas Agung kepada wartawan Bogor Times pada Senin 14 Juni 2021.

Terkait alat berat (crane,red) yang jatuh dijelaskan Agung itu bukan milik PT Nindya Karya.Alat itu kata dia diperoleh dengan cara disewa.

Berapa biaya sewa dan kepada siapa alat itu disewa Agung kembali mengaku tidak tahu.Agung hanya mengatakan,bahwa operator yang membawa crane bernama Sapta.

‘‘Pasca ambruknya crane polisi pun langsung mendatangi lokasi.Apakah ini memenuhi unsur pidana saya kurang paham silahkan konfirmasi kepada polisi,’’pinta Agung kepada wartawan.

Tak hanya itu,Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawabarat pun saat ini sedang melakukan investigasi terkait ambruknya alat berat itu.

Ketika wartawan Bogor Times kembali menanyakan,apakah PT Nindya Karya juga sudah memiliki kajian terkait tanah yang akan dijadikan tumpuan berdirinya crane.

‘‘Iya kami sudah memiliki hasil kajian karena kami memiliki konsultan.Jika ada yang menanyakan mengapa juga masih terjadi kecelakaan ya ini namanya musibah.Pada intinya kami sudah sesuai dengan SOP,’’aku Agung.

Standar operasional prosedur yang dimaksud Agung itu diantaranya meletakkkan plate diatas ataupun diseputaran crane.

Begitu juga dengan tanah yang menjadi tumpuan crane,juga sudah diperkuat.Ketika wartawan kembali menyakan instansi mana yang mengeluarkan hasil kajian tersebut Agung kembali mengaku tidak tahu.

‘‘Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun rumah rusak,’’singkat humas.

Editor : Febri Daniel Manalu

Bagikan:

Tinggalkan Balasan