Debt Collector Rampas Motor Ojol Ancam Menggunakan Senpi. Pengamat : Lapor Polresta, Polsek Belum Mampu.

Arisman (43) driver ojol jadi korban perampasan motor

Bogor Times, Kota Bogor- Puluhan Ojek online geruduk kantor salah satu perusahaan pembiayaan motor di Jalan Raya Pahlawan pada Jumat ( 11-09-2020). Adalah Arisman (43) warga Taman Cibinong Asri RT 06/19 Desa Karadenan, Kecamatan Cibinong jadi korban tindak pidana perampasan motor di Jalan Raya Pahlawan Bondongan pada Jumat (11-09-2020). Tak hanya itu, korban bersama puluhan driver ojek online ( Ojol ) lainnya juga diancam bakal ditembak menggunakan senjata api jika permasalahan ini sampai mencuat.

“Pagi itu sekitar pukul 10:00 percisnya di Cibinong City Mall ( CCM) Tiba-tiba saja ada debt collector / mata elang ( matel, sebutan khusus pelaku perampasan motor red ) mengajak ngobrol dan mereka mengajak saya ke kantor pembiayaan motor yang ada di Bogor Selatan, Kota Bogor. Nah, ternyata sesampainya di kantor, mereka justru menanyakan soal adanya keterlambatan cicilan motor yang saya miliki. Katanya sih saya sudah menunggak selama tujuh bulan,”ujar Arisman kepada Bogor Times pada Jumat 12 September.

Arisman pun sudah menjawab semua pertanyaan perusahaan yang ditujukan kepadanya. Kata korban, dirinya tidak menunggak seperti yang disangkakan. Korban tidak lagi datang membayar ke kantor, lantaran korban sudah membayar angsuran motornya melalui program angsuran cicilan motor Grab. Namun, sesampainya di Jalan Raya Pahlawan, matel justru meminjam kunci dan Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK ) motor miliknya.

“Saya pun kasih karena alasannya hanya untuk mengecek no rangka mesinnya. Namun tak lama kemudian ternyata motor dan STNK setelah saya kasih malah dibawa kabur. Motor yang dibawa kabur adalah Yamaha Aerox bernopol F 2965 FDX. Padahal selama ini pembayaran sudah dilakukan melalui pemotongan saldo dari aplikasi Grab sebesar Rp 47.950. Pembayaran atau pemotongan ini sudah dilakukan juga selama satu tahun,”aku Arisman.

Arisman menjelaskan, salah satu matel juga diduga melakukan pengancaman. Matel sempat mengancam akan menembak dia dan puluhan teman-teman ojol lainnya jika permasalahan ini sampai mencuat. Saat melakukan aksi kejahatan itu, matel berjumlah tiga orang. Mengetahui motornya dirampas, teman-teman ojol lainnya tanpa dikomando pun menggeruduk kantor pembiayaan motor itu. “Saya hanya berharap polisi bisa memberikan rasa aman terutama kepada ojol,”pinta Arisman sembari ditimpali para ojol lainnya.

Sementara itu, Kapolsek Bogor Selatan Kompol Indrat mengatakan kedua belah pihak sudah menyelesaikan persoalan itu secara damai. Kapolsek juga sempat mengatakan bahwa Arisman juga sudah menunggak selama tujuh bulan. Driver ojol ini selama melakukan pembayaran tidak memiliki bukti. Namun, setelah ke dua belah pihak duduk bersama, permasalahan itu pun bisa teratasi. “Sudah selesai mas,”singkat Indrat.

Sementara itu pengacara kekinian Sugeng Teguh Santoso justru mengatakan sebaliknya. Korban diminta untuk melaporkan permasalahan ini ke Polresta Bogor Kota. Sugeng pun meminta agar driver ojol menggeruduk Polresta Bogor Kota. “Jika memang begitu lapornya kesana ( Polresta Bogor Kota, red) Polsek belum mampu untuk menangani persoalan ini,”singkat alumni SMPN 42 Jakarta ini.

Redaktur : Febri Daniel Manalu.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan