Dinkes Lamban Bergerak, Warga Swadaya Fogging

Bogor Times, Kabupaten-Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Bogor membuat warga semakin waspada. Mereka mengantisipasi penyebaran wabah yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu dengan melakukan fogging (pengasapan) dengan swadaya.

Salah satunya dilakukan warga RW 07 Desa Cogreg, Minggu (15/3/2020). Fogging sendiri dilakukan di seluruh Rukun Tetangga (RT) yang berjumlah 7 (tujuh) RT se Desa Cogreg.

Ketua RT 03, Mukhlis mengatakan, fogging dilakukan mengingat tingginya kasus DBD di wilayahnya. Apalagi saat ini musim penghujan. Menurutnya, potensi perkembangbiakan nyamuk bisa semakin tinggi.

Baca Juga:  WARGA PERUMAHAN GRAND PARUNG RESIDENCE MENILAI PELAKSANA PROYEK PEMBANGUNAN RAMAYANA TIDAK ADA ITIKAD BAIK

“Kasus DBD menjadi perhatian serius warga. Apalagi data menunjukkan ada banyak kasus warga terserang DBD sejak awal Januari lalu,” ujarnya.

GENCAR: Aktifitas Foghing di wilayah RW 07 dilakukan secara swadaya. (Foto: Saepullah)

Dia menyampaikan, fogging dilakukan di beberapa titik. Mulai taman, semak-semak, dan selokan. Sebelum dilakukan fogging, pengurus RW setempat memberikan pemahaman kepada warganya. Terutama pentingnya pencegahan alias preventif terhadap kemungkinan sebaran nyamuk pembawa DBD.

Sementara itu, Kepala Desa Cogreg, M Yusuf menjelaskan, metode pengasapan ini dilakukan untuk membantu membasmi nyamuk dewasa. “Sementara untuk membasmi jentiknya bisa dengan selalu menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal, yakni melaksanakan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur),” tuturnya.

Baca Juga:  Hadapi Covid-19 Majlis Taklim Remaja Diliburkan Sementara

Dia menambahkan, pengurangan wabah jentik ini bisa lebih efektif apabila warga bisa kerja bakti bersama setelah dilakukan fogging. “Itu alasan kami terus melakukan sosialisasi turun ke masyarakat dan menerangkan secara langsung kemasyarakat pentingnya pelaksanaan 3M,” ucapnya.

Mengulas, meski belum ada korban jiwa, kasus DBD di Kabupaten Bogor masih cukup banyak. Angkanya berada di kisaran 210 kasus dan kejadian. Rata-rata, sekitar dua hingga tiga kasus DBD muncul per harinya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan