Doakan Pemerintah Atasi Corona

Bogor Times, Kabupaten- Tugas berat pemerintah atasi virus menjadi perhatian masyarakat. Tak sedikit kekhawatiran warga bermuara pada doa keselamatan untuk negeri.

Seperti yang dilakukan oleh warga kedatangan Citeureup, Kabupaten Bogor. Di kediaman salah satu tokoh masyarakat, ratusan warga yang didominasi kaum hawa bermunajat untuk pemerintah dan negeri.

“Semoga pemerintah bisa atasi persoalan virus Corona. Agar tak banyak lagi yang menjadi korban,”kata Tokoh Masyarakat Citeureup, Nur Lela Paradita Ibrohim di kediannya.

Ia meyakini, doa ratusan masyarakat terlebih lagi terdiri dari janda dan anak yatim akan mustajab. “Saya yakin. Doa akan didengar oleh Allah dan pastinya Allah akan memberikan yang terbaik,”ucapnya.

Baca Juga:  Masker dan Sabun Pencuci Tangan Meroket

Mengulas, Bupati Bogor Ade Yasin mengumumkan bahwa ada tiga  orang yang positif terjangkit Corona Virus Desease (Covid-19).

Ade merinci, dua positif dan satu meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Persahabatan, Jakarta.

“Terkait dengan pasien positif yang ada di Kabupaten Bogor memang ini berurusannya di Jakarta dan ber-KTP Jakarta, akan tetapi tinggalnya di sini,” ucap Ade usai menghadiri kegiatan penyemprotan disinfektan di SMP Negeri 2 Cibinong, Kabupaten Bogor,Kamis (19/3/2020).

Menurut Ade, satu perempuan berusia 67 tahun ber-KTP Jakarta dan tinggal di Bojonggede, Kabupaten Bogor dilaporkan positif corona dan meninggal dunia pada hari ini, Kamis (19/3/2020) pagi.

Baca Juga:  Terindikasi Corona, Relawa Sahara Semprot Anti Virus

“Tanggal 14 Maret 2020 dilakukan pemeriksaan laboratorium covid-19 (swab) oleh RS Persahabatan, keluar hasil tanggal 16 Maret 2020 malam via telepon oleh Sudinkes Jakarta Timur dengan hasil positif dan pada hari ini penderita meninggal dunia dikebumikan di Jakarta,” ungkapnya.

Ia menyebut, pasien yang meninggal itu terpapar dari anaknya laki-laki berusia 35 tahun yang diduga memiliki riwayat kontak dengan kasus positif asal Depok yang saat itu ikut berdansa Tango pada 25 Februari 2020.

Baca Juga:  Penyekatan Puncak Resmi Dilakukan

Sepulang dari dansa di Jakarta itu, pasien laki-laki ini mengalami keluhan dan memeriksakan diri ke rumah sakit. Namun, hasil pengecekan pertama belum positif dan pasien masih tinggal bersama ibunya.

Pada tanggal 12 Maret 2020 hasil pemeriksaan swab positif berdasarkan informasi via telepon dari Dinas Kesehatan Jakarta Timur.

“Walaupun si laki-laki tersebut (anak) kelihatannya sehat tetapi virus itu menular kepada ibunya yang berusia 67 tahun, karyawati swasta,” ujar dia

Bagikan:

Tinggalkan Balasan