Dua Nyawa Melayang, DPRD Angkat Bicara Soal DBD

Bogor Times, Kota-Kasus warga meninggal karena demam berdarah atau DBB kembali terjadi di Kota Bogor. Bahkan, dalam seminggu saja, sudah sebanyak dua orang menjadi korban karena DBD.

Menanggapi hal tersebut  Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Ence Setiawan meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) tak bosan untuk melakukan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular. Terutama DBD, lantaran saat ini intensitas hujan di Kota Bogor tengah tinggi-tingginya.

“Bisa saja program itu dikerjakan melalui kegiatan pelayanan imunisasi, surveilans, pencegahan dan pengendalian tuberkulosis paru, ISPA dandiare, hepatitis, kecacingan, kusta, HIV dan DBD,” katanya kepada Pewarta, Senin (9/3/2020).

Baca Juga:  Rapid Testimoni, 3 Orang Positif

Tak selesai di situ, Dinkes juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya DBD dan bagaimana pola pencegahannya.

“Mau tidak mau, dinkes harus turun tangan, dengan memberikan penyuluhan soal kebersihan dan menggencarkan fogging,” ucapnya.

Dengan melakukan pencegahan sedini mungkin dan mengendalikan berbagai faktor resiko kejadian penyakit tersebut, sehingga masyarakat Kota Bogor yang sehat dapat terwujud.

Seperti diketahui, seorang anak perempuan berusia 6 tahun warga Sempur, Kelurahan Sempur Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor meninggal karena demam berdarah (DBD).

Baca Juga:  Dinkes Lamban Bergerak, Warga Swadaya Fogging

Ketika dikonfirmasi, Ayah korban, Heris kurniawan membenarkan bahwa anak kesayangan meninggal karena DBD

Haris mengungkapkan bahwa anaknya meninggal kemarin sore, Jumat (06/03/2020) pukul 15.10 WIB.

“Saat panas, ia dibawa ke Puskesmas Sempur, untuk rujukan sih Puskesmas Telkom karena cari yang lebih dekat jadi di puskesmas sempur,” ucap Haris

Dari hasil pemeriksaan, Kamdi Puskesmas Sempur, Haris mengungkapkan bahwa anaknya hanya mengalami panas biasa.

“Cuman saran dari dokter tersebut kalau tiga hari masih panas, diadakan cek darah. Setelah sehari-dua hari tidak ada perubahan, kita bawa ke Rumah Sakit biasa, di sana tindakannya sama, katanya demam biasa. Pas dibawa nginep di rumah ibunya di Ciapus, si anak gak sanggup bangun,” ucapnya.

Baca Juga:  Buruh Berunjuk Rasa Di Tegar Beriman

Akhirnya dibawa ke RS Ummi, setelah dibawa ke IGD ternyata sudah kronis, setelah diambil cek darah ternyata positif DBD.

“Saya baru tau ternyata di sekolahnya ada yang kena DBD. Ada dua orang di kelurahan sempur, yang satu tetangga,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan