Mesum, Dua Santri Pesantren Bercadar Dibui

Bogor Times, Nasional-Hati-hati dalam memilih Pondok Pesantren. Niat hati mendidik anaknya ilmu agama, dua orang santri justru terjalin asmara hingga berani melalukan aborsi anak hubungan haramnya.

Al hasil, AF (20) salah satu santriwati ponpes yang mewajibkan santrinya bercadar terbukti hamil diluar nikah dibuat sang pacar di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Plaosan Magetan, AF resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam Kasus pembunuhan dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya sendiri saat dilahirkan.

Polisi menjerat AF, wanita bercadar yang agamais itu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar.

Gadis muda hamil diluar dikah dibuat pacar asal Jember ini melahirkan bayi di kamar mandi sekolah agama di Magetan, bayinya dihabisi sebuah Baskom dan langsung membuat warga geger.

Baca Juga:  Bogor Disapu Angin, Dua Mobil Tertimpa Pohon

Status tersangka disematkan kepada gadis bercadar tersebut karna menghabisi nyawa bayinya sendiri dari hasil perzinahannya dengan pacar yang juga santri di sebuah pondok pasantren.

Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai mengatakan, tersangka telah diamankan di Mapolres Magetan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di polres.

“Sudah ditahan. Dari hasil pemeriksaan medis, bayi laki-laki dengan berat badan 2,6 kilogram dan panjang badan 51 centimeter. Dia meninggal akibat kekurangan oksigen. Namun disini menunjuk leher dan sekitar hidung dan mulut ada bekas merah,” beber Riffai. Belum lama ini seperti dilansir dari tribunmadura.com.

Menurut Kapolres Magetan, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka AF, santriwati bercadar ini hamil dibuat pacarnya yang dulunya sama sama pernah nyantri di salah satu Ponpes Bondowoso.

Baca Juga:  Baja Jembatan Gerendong Tersapu Arus Kali?

“Terakhir mondok bersama pacarnya di pasantren Bondowoso sudah hamil tiga bulan. Usia saat dia melahirkan setelah pindah ke pondok Pesantren Magetan, waktunya normal 9 bulan.

Namun, dalam pembunuhan bayi nya ini, pacar tersangka tidak tersangkut hukum, baik pelaku langsung maupun ada otak pembunuhan lain.

Baca Juga: Gadis Bercadar Lahirkan Bayi Diluar Nikah, Bayinya Tewas Bersimbah Darah di Sekolah Agamanya

“Pacarnya anak Bondowoso sama-sama pernah nyantri di salah satu Pondok Pesantren di Bondowoso. Tapi waktu hamil di saat masih momdok di Pesantren Bondowoso, AF gadis bercadar itu tiba tiba menghilang dan pindah nyantri di pondok pasantren Magetan,” kata Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai.

Baca Juga:  Jalan Raya Tlajung Uduk Kembali Telan Korban

Gadis muda hamil diluar dikah dibuat pacar asal Jember ini melahirkan bayi di kamar mandi sekolah agama di Magetan, bayinya dihabisi sebuah Baskom dan langsung membuat warga geger.

Jadi pembunuhan murni dilakukan tersangka AF seorang diri,” tegas Riffai. Dalam kasus ini, “AF diancam dengan pasal berlapis’ tuturnya.

Dia dijerat dengan Undang-undang tentang perlindungan anak dan pasal 341 KUHP seorang Ibu dengan sengaja menghilangkan jiwa anaknya saat dilahirkan.

Ancaman pasal itu, kurangan penjara selama 15 tahun penjara, dan denda sebesar Rp 3 miliar

Bagikan:

Tinggalkan Balasan