Haram Kurban Dengan Kemasan Kaleng? Ini Kata MUI

CIAMPEA, Bogor Time-Peternakan di Kecamatan Ciampea, tepatnya di Desa Tegal Waru, Kecamatan Ciampea, memproduksi daging kurban kemasan kaleng yang tahan hingga tiga tahun.

 Lantas, bagaimana sebenarnya hukum daging kurban yang tersaji dalam kemasan kaleng? Apakah diperbolehkan?

Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH.Mukri Adji menjelaskan. Pemberian daging kurban dengan kemasan diperbolehkan dengan beberpaa catatan. 

“Boleh, asal penyembelihan kurbannya dilakukan pada hari Idul Adha dan Hari Tasyrik,” kata Mukri saat dihubungi, Selasa (22/06/2021).

Baca Juga:  Kiyai Ahmad Bagdja Wafat

Selain itu, perlu diperhatikan tata cara penyembelihannya. Harus sesual dalam ketentuan ilmu Fiqih. “Harus benar  saat penyembelihannya. Harus sesuai syariat. Jika sudah sesuai maka sah mengalengkan atau mengemas daging kurban dalam kaleng,” pungkasnya.

Untuk diketahui, peternak kambil di wilayah Ciampea tawarkan pengemasan daging qurban sebagai alternatif berkurban yang aman dimasa pandemi.

Daging kurban kaleng juga memiliki kelebihan karena bisa dikonsumsi hingga 3 tahun mendatang. Menurut salah satu Pemilik Budi Susilo, inovasi kurban dalam kemasan kaleng ini sudah berjalan beberapa tahun kemarin sejak adanya pandemi.

Baca Juga:  Idul Adha di Rumah

“Sudah jalan dua tahun, tahun kemarin itu ada 50 ribu kaleng, insha Allah tahun ini hampir mendekati 10 ribu kaleng kurban kemasan,” kata Budi Susilo.

Susilo mengklaim, kurban kemasan kaleng ini banyak diminati masyarakat yang ingin berqurban, selain untuk menghindari penyebaran covid 19, qurban dalam kemasan ini cukup higienis dan masa kadaluarsa cukup lama yaitu hampir 3 tahun dan tentunya sesuai syariat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan