Hujan Panjang, Beberapa Titik di Kabupaten Bogor Terendam

Bogor Times, Kabupaten- Berdasarkan data dari badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tercatat sejumlah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Hujan pada Senin (21/9). Bencana itu dipicu curah hujan yang ekstrem.

Vidio peristiwa banjir dan tanah longsor di pamijahan. (Dokumentasi kiriman warga)


“Di area Pamijahan dan Jalur Puncak (Megamendung) banjir, sedangkan longsor di Caringin dan Cijeruk,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor Budi Pranowo Selasa(22/9).

Menurutnya, kejadian banjir yang terbilang parah hari itu terjadi di Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan. Banjir dipicu meluapnya Sungai Cianten.

Baca Juga:  Tanggapan DPKPP Tentang 27 Huntara Korban Longsor dari IR Box

Meluapnya aliran sungai yang terjadi sejak pukul 14.30 WIB hingga petang itu menghancurkan sebuah jembatan dan tambak ikan.

“Info awal tidak ada korban warga dan rumah, yang hancur jembatan dan tambak ikan,” kata Budi.

Sementara, kejadian longsor paling parah terjadi di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin. Longsoran yang menutup akses jalan sekitar pukul 17.00 WIB itu sempat menimbun beberapa orang.

Tapi kini, orang itu sudah berhasil dievakuasi.

Budi menyebutkan, hingga Senin malam BPBD Kabupaten Bogor belum rampung merekap seluruh peristiwa bencana alam yang terjadi di wilayah mereka. Hal itu terjadi karena terkendala luasnya wilayah Kabupaten Bogor.

Baca Juga:  Banjir Terjang Bogor

Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat curah hujan berkategori ekstrem terjadi di Kawasan Puncak, Cisarua.

“Hari ini curah hujan ekstrem di Kawasan Puncak melebihi, kategori lebih dari 100 mm per hari,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Asep Firman Ilahi.

Menurutnya, berdasarkan pengukuran oleh BMKG pada hujan lebat yang terjadi sejak pukul 15.30 WIB hingga Senin malam tercatat curah hujan 110 mm dari pengukuran di Stasiun Meteorologi Citeko, dan 95 mm dari pengukuran Pos Polusi Udara Cibeureum, Cisarua.

Baca Juga:  17 Rumah Warga Roboh Tersapu Angin

Asep menyebutkan, curah hujan ekstrem ini kali pertama terjadi sepanjang kemarau tahun 2020.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan