Inilah Tema Natal Pada 24 Desember 2020.Yesus Kristus Mati Di Kayu Salib Demi Menebus Dosa Manusia.

Bogor Times,Kota Bogor-Jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Bincarung pada Kamis(24/12/2020) hari ini, sedang bersukacita.

Hal ini,karena huria (jemaat red), gereja HKBP yang terletak dibilangan Jalan Bincarung RT03/RW06,Kelurahan Tanah Sareal,Kecamatan Tanah Sareal,Kota Bogor ini,baru saja usai mengikuti perayaan Hari Raya Natal.

Dipimpin Pendeta Torang Panenti Panjaitan, jemaat pun semakin hanyut dibuai.Tak ingin jemaatnya mengikuti jejak bangsa Israel yang jatuh ke dalam dosa,Torang pun mengutip ayat ini dari Kitab Taurat.Adalah Kitab Yesaya 9 ayat 1-6.

Suasana Natal Pada Kamis 24 Sesember 2020 Meski Sepi Namun Tetap Berjalan Khidmat

Ayat ini pun menceritakan,ihwal perjalanan bangsa Israel pada saat masih berjalan dalam kegelapan.Ya, peristiwa ini terjadi sekitar 700 tahun lalu (sebelum masehi,red) SM.
Kala,bangsa Israel masih belum menjadi negara berkembang,seperti halnya saat ini.

Israel juga masih belum mengenal Tuhan.Paling parahnya lagi,Israel saat itu, juga sempat dibuang ke Babel,lantaran bangsa ini juga menduakan Tuhan.

Tak hanya bangsa Israel,begitu juga halnya Raja Ahab raja ke delapan bangsa Israel bersama isterinya Izebel, juga ikut mempertuhankan Patung.

‘‘Hal inilah yang membuat Tuhan marah.Karena ratu Izebel isteri Raja Ahab menempatkan penyembahannya kepada dewa di bait Allah.Padahal hal itu adalah hal yang paling dibenci oleh Tuhan,’’cerita Torang kepada para jemaat yang hadir pada Kamis malam Natal.

Untuk Menekan Angka Penyebaran Covid19 Masing-Masing Tempat Duduk Diberikan Tanda X

Kata Torang,bangsa Israel tak hanya dibuang,melainkan juga dihukum selama kurun waktu 70 tahun.Israel,juga disebut menderita,tak lagi memiliki pengharapan.

‘‘Disitulah mereka dikatakan dalam situasi kegelapan.Melalui kelahiran Yesus Kristus orang yang berjalan dalam kegelapan akan ikut terang bersama anak Allah,’’tambah Torang.

Lebih lanjut lanjut Torang menjelaskan,pada perayaan Natal kali ini,jemaat juga ikut mempersembahkan liturgi dengan cara maju ke depan.
Dalam kesempatan itu,ada sebanyak 42 orang yang maju ke altar.

Leitourgia ini, juga menceritakan,tentang awal dunia yang masih gelap gulita.Pada saat dunia masih gelap,Tuhan pun kemudian menciptakan segala sesuatunya.

Ketika, manusia jatuh ke dalam dosa,iblis pun turut memperbudak.
‘‘Ketika Tuhan sudah hadir manusia juga tetap jatuh dan bangkit ke dalam dosa,’’sambung Torang.

Satuan Pengamanan Natal Dari Polsek Tanah Sareal Dan Korem 061 SK.

‘‘Yesus adalah terang yang sesungguhnya,ketika seorang kristen mempunyai terang maka dia akan melihat ke arah terang dan akan dituntun akan berjalan supaya dia jangan menyimpang ke kiri dan ke kanan,’’ungkap Torang seraya kembali menyakinkan para jemaatnya.

Torang yang juga adalah pimpinan Gereja HKBP Bincarung ini, juga turut mendoakan agar pandemik covid19 ini cepat berlalu.
Sekedar untuk diketahui,jumlah jemaat HKBP Bincarung diperkirakan ada sebanyak 350-400 jiwa.

Lantaran adanya peraturan dari pemerintah agar selalu mematuhi protokol kesehatan,kehadiran jemaat pun dibatasi hingga 50 persen.

Selain itu,jumlah kursi yang tadinya bisa di duduki hinga lima orang kini kursi ini hanya boleh diisi dua hingga tiga orang.

Begitupun petugas gereja yang diperkirakan berjumlah kurang dari 30 orang ini juga mewajibkan agar setiap jemaat hadir, agar selalu mencuci tangan dan menjaga jarak.

Saking ketatnya,masing-masing tempat duduk juga diberikan tanda X.Artinya tanda itu akan menjadi pertanda agar setiap jemaat yang hadir juga tidak duduk berdekatan.
Pada kesempatan itu,anggota Korem 061/SK bersama Polsek Tanah Sareal juga ikut mengamankan jalannya Natal.

Sebelum acara dimulai polisi juga sudah lebih dulu mengecek setiap sudut gereja.

Redaktur : Febri Daniel Manalu

Bagikan:

Tinggalkan Balasan