Jadi Lokasi Gay Nasional, DPRD Asal Parung “Ridho” Polsek “Bisu”

Bogor Times, Kabupaten- “Diam tanda/alamat Ridho” pribahasa asal timur tengah ini patut disandarkan pada Para Anggota DPRD Kabupaten Bogor asal Parung. Meskipun area Parung, tepatnya di lokasi Gunung Panjang, Desa Cogreg menjadi tempat favorit para kaum sodom/Gay lintas kota, tak satupu anggota dewan angkat bicara. Tak terkecuali Polsek Parung.

Hingga brita ini dirilis, Kapolsek Parung Kompol Puji Astono belum memberi jawaban pertanyaan wartawan. Justru personel Polda Jabar turun ke lokasi guna melakukan penyelidikan pada Senin (20/4/2020).

Baca Juga:  Dinkes Lamban Bergerak, Warga Swadaya Fogging

“Yang datang dari Polda Jabar. Kami (desa) dampingi saja untuk memberikan data yang dibutuhkan,”kata Kaur Kestra Desa Cogreg, Edi.

Terpisah, Wakil Kartar Desa Cogreg, Saepulloh menyangangkan lambannya penanganan pihak kepolisian. Selain itu, efek jera pasa pelaku gay yang diharapkan warga tak didapati.

“Pelaku dibawa ke kecamatan. Mereka membuat surat pernyataan dan kembali pulang. Tak ada hukuman kurungan atau apapun dari kepolisian,”ucapnya.

Menurutnya, kasus tersebut tidak bisa diremehkan. Karena menyangkut kenyamanan dan keamanan warga sekitar.

Baca Juga:  Buruknya Drainase Jalan Raya Pahlawan Dikeluhkan

“Kami ingat kasus Mami Hasan si predator anak yang juga Ketua Ikatan Gay Tulungagung. Jika mereka menularkan penyakitnya pada warga maka akan mengancam pada generasi,” ucapnya.

Itulah alasan dirinya juga menyayangkan sikap anggota DPRD yang hanya diam walau mengetahui kasus tersebut. “Minimal para anggota dewan tampil dan memberikan solusi pemikirannya untuk persoalan bersama ini. Nyatanya tidak ada gerakan,”tukasnya.

Mengulas, personel gabungan TNI, pol PP, Pemdes dan kartar Desa Cogreg berhasil menjaring 16 pria dengan kelainan seks (homo) saat memadu kasih di Gunung Panjang Desa Cogreg, Kecamatan Parung pada Minggu (19/4/2020).

Baca Juga:  Nahlou! Pol PP Parung Ciduk Pembuang Sampah

Tampa malu-malu, belasan Gay itu mengakui aksi bejatnya. Karena bingung, warga akhirnya melepas pelaku usai membuat dan menandatangi surat perjanjian di kantor Kecamatan Parung

Bagikan:

Tinggalkan Balasan