Jangan Salah Fahami 4 Aturan Makan Anak!

Bogor Times, Kesehatan-Aturan makan anak harus ditanamkan sejak dini oleh para orangtua. Pasalnya, aturan ini bisa memengaruhi kesehatan si kecil sampai dewasa nanti, lho. Jika Anda tidak pintar-pintar mengatur makan si kecil, ia bisa saja mengalami kurang gizi atau bahkan obesitas. 

Nah, sayangnya banyak orang tua yang melakukan kesalahan saat menerapkan aturan makan pada anak. Lalu, apa saja sih kesalahan yang kerap dilakukan para orangtua?
Kesalahan ortu dalam menanamkan aturan makan anakTerlalu memilih-milih makanan atau selalu makan dalam porsi besar, bisa bikin orangtua kesal saat menyediakan atau memberikan anaknya makan. Alasan ini yang mungkin akhirnya membuat Anda mengambil jalan tengah untuk mengontrol kebiasaan makan anak dengan cara apapun. Namun, ternyata tidak selamanya aturan makan yang Anda buat untuk anak tak selalu bisa diterapkan di segala kondisi.

Foto:Bogor Times. com (Rijal)

Aturan makan tersebut mungkin saja tidak tepat dan justru makin memperparah keadaan. Jika anak masih saja sulit diatur dalam urusan makanan, coba koreksi kembali mungkin beberapa hal ini sering Anda lakukan:
1. Melarang keras makan makanan enak
anak makan
Wajar bila anak merengek ketika dilarang makan makanan favorit yang nampak jelas di hadapannya. Kebanyakan orangtua kerap berpikiran bahwa melarang anak dengan cara keras seperti ini dapat membantu mengontrol porsi makannya. Padahal kenyataannya justru sebaliknya.

Baca Juga:  Kumpulan Dongeng Untuk Liburan "Corona"

Ya, semakin dibatasi maka semakin tinggi keinginan anak untuk makan makanan tersebut. Jadi, dibanding harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk melarangnya makan ini itu, lebih baik terapkan cara lain yang mungkin lebih efektif.Anda bisa mengerem keinginan makan si kecil, tanpa harus melarang sepenuhnya. Aturan makan ini tidak hanya bisa menjaga konsumsi makanan dan minuman anak, tapi juga mengajarinya untuk mengatur porsi makan harian.

2. Memberi makan meski anak tidak lapar
anak makan terus
Di beberapa tahun pertama usia si kecil, Anda akan memberikannya susu dan makanan sesuai dengan kebutuhannya. Namun seiring bertambahnya usia, anak mulai mengenal “dunia makanan” yang disukainya. Hal ini membuat mereka lebih mudah meminta makanan dan minuman apapun yang tampak lezat, meskipun tidak sedang dalam keadaan lapar.

Baca Juga:  Es Bisa Kena Corona?

Dengan kata lain, saat sedang dilanda rasa bosan, marah, dan atau sekadar tidak tahu apa yang harus dikerjakan, makanan akan dipilih anak untuk mengisi waktu luangnya. Kalau sudah begini, mulai lah latih anak untuk makan sesuai dengan rutinitas yang agak berbeda dari biasanya.

Misalnya, letakkan semua makanan di meja makan dan camilan di rak khusus. Anda boleh mengizinkan anak untuk mengambilnya ketika jam makan dan ngemil tiba sehingga asupan yang diterima pun lebih terkontrol.

3. Menjanjikan makanan manis sebagai imbalan
penyebab anak sakit gigiSebagian besar orangtua, mungkin pernah menjadikan permen atau coklat sebagai iming-iming atau hadiah bagi anak kalau ia berhasil mematuhi perintah. Padahal mendisiplinkan anak dengan memberinya permen, coklat, serta makanan manis favorit lainnya, malah akan membuat hasrat anak untuk makan permen semakin meningkat.

Memang, anak seketika lebih mudah diatur karena “ancaman” Anda ini. Namun di sisi lain, secara tidak langsung Anda telah membiasakan anak untuk disiplin dengan cara yang kurang tepat. Solusinya, coba lah mulai kurangi kebiasaan ini dan ganti dengan cara lain yang lebih bijaksana tanpa harus membawa-bawa makanan kesukaannya.

Baca Juga:  Kak Seto: Jangan Buat Anak Stress!

4. Menyajikan makanan yang kurang menarik perhatian anak
anak susah makan saat sakitEntah karena punya tujuan untuk membuat anak lebih sehat, mencukupi kebutuhan nutrisi harian, ataupun berbagai alasan lainnya yang terkait dengan kesehatan si kecil, membuat Anda memilih untuk memberikan anak makanan yang cenderung “membosankan”.

Bagi Anda mungkin nampak biasa, tapi mungkin tidak untuk usia anak-anak yang sedang belajar menyukai berbagai jenis makanan. Di sini, Anda memang dituntut untuk lebih kreatif dalam mengolah makanan utama maupun camilan untuk si kecil.

Jangan takut untuk lebih berkreasi dengan hidangan Anda, seperti memotongnya menjadi beragam bentuk menarik; menambahkan warna dari buah dan sayuran; maupun memberi pelengkap sekaligus penambah rasa contohnya mayonaise, keju, dan mentega.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan