Jelang Pengumuman Nama Calon Sekda, Walikota Bogor Panggil Seluruh Kepala Dinas. Humas Pemkot Halangi Wartawan Meliput.

Bogor Times,Kota Bogor-Untuk mencari pengganti sosok Sekda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, Walikota Bogor Bima Arya mengumpulkan seluruh kepala dinas ( Kadis ) di Kebun Raya Bogor ( KRB ) pada Selasa ( 22-09-2020 ). Rapat terbatas ( ratas ) itu diadakan hingga siang hari.

Meskipun wartawan ikut menunggu hingga jalannya rapat terbatas ( ratas ) sampai selesai. Namun tetap saja Walikota Bogor Bima Arya dan Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim juga tidak mau memberikan jawaban. Padahal selain dihadiri kepala dinas, enam camat pun turut hadir dalam kesempatan itu.

Rapat internal itu juga tidak diijinkan untuk diliput. Ketika wartawan Bogor Times mencoba untuk mengetahui apa yang disampaikan Walikota Bogor Bima Arya, Humas Pemkot Bogor justru menyuruh wartawan menjauhi area. “Kok bisa tahu acara ini. Kan tidak dishare digroup dan tidak boleh juga diliput, pergi saja tunggu aja nanti acara selanjutnya pukul 13:00,”kata Kasubbag Humas Pemkot Bogor Dian Intannia.

Sementara itu, menurut sumber Bogor Times berinisial YAB rapat ini, membahas tiga nama calon Sekda yang saat ini lagi digodok. Selain, dihadiri seluruh kepala dinas ( kadis ) pertemuan ini pun dihadiri enam camat. Lebih lanjut YAB menjelaskan, pada kesempatan itu, walikota menyampaikan beberapa pertanyaan untuk tiga calon yang bakal jadi sekda. Ada sekitar kurang lebih dari enam pertanyaan.

“Walikota memberikan pertanyaan lalu jawaban itu ditulis dalam bentuk kertas. Selanjutnya jawaban dikumpulkan. Pada intinya walikota meminta masukan dari para anak buahnya. Dan dia ( walikota, red ) akan mengumumkan nama calon sekda baru sebelum tanggal 01 Oktober 2020. Pada intinya pak wali meminta masukan saja,”ujar YAB usai melaksanakan ratas di Kebun Raya Bogor kepada Bogor Times.

Sementara itu, ketika wartawan ingin mengonfirmasi hal ini kepada walikota. Lagi-lagi wartawan tidak diijinkan humas untuk bertanya. Dan, ketika wartawan mengonfirmasi hal ini kepada Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim, dia justru buru-buru dan tidak mau menjawab pertanyaan wartawan. Dedie bilang, jika ingin mengetahui terkait apa materi pembahasan, Dedie justru “melempar” wartawan kepada Humas Pemkot Bogor. “Silahkan tanya kepada humas ya,”ujar orang nomor dua di Kota Hujan ini.

Sementara itu, praktisi hukum Banggua Togu Tambunan justru menyayangkan langkah Bima Arya yang turut memasukkan nama calon sekda asal Kabupaten Bogor bernama Syarifah Sofiah. Menurut Banggua, sekda semestinya tidak hanya sejalan dengan walikota. Melainkan juga, harus sejalan dengan satuan kerja perangkat daerah ( SKPD ). Karena calon sekda ada dari Kabupaten Bogor, justru ini bisa menghambat roda pembangunan, di Kota Bogor.

“Jika sekda tidak dikenal atau baru dikenal dan belum mengenal Kota Bogor bisa saja ini akan jadi “masalah” di kemudian hari. Ini memang tidak juga menyalahi aturan. Tapi apakah memang segitu parahnya sumber daya manusia ( SDM ) PNS di Pemkot Bogor sehingga tidak ada yang masuk kriteria?. Apakah SDM kita tidak mumpuni sehingga walikota harus memanggil calon sekda dari daerah lain. Dan juga, Syarifah akan membutuhkan waktu untuk mengenal Kota Hujan. Seharusnya hanya PNS Kota Bogor lah yang mengikuti kompetisi ini,”tegas Banggua.

“Terkait rapat yang tidak diijinkan diliput seharusnya walikota memerintahkan anak buahnya untuk mengijinkan agar acara ini bisa diliput. Jika tidak bisa dijelaskan secara lengkap setidaknya bisa dijelaskan sedikit. Kan filosofi walikota terbuka dan transparan. Lalu kenapa justru sekarang tidak transparan. Apakah ada yang disembunyikan. Jika memang ada yang disembunyikan loh kok rapatnya ditempat umum,”tanya lelaki dua anak ini.

Lelaki lulusan Universitas Pakuan ini juga turut meragukan kemampuan Syarifah. Kata Banggua begitu dia disapa, Syarifah seharusnya masih harus mencari pengalaman minimal satu hingga dua tahun, barulah dia bisa diikutsertakan masuk jadi candidate sekda. Jabatan sekda ini posisi penting, seharusnya Syarifah mestinya juga ikut membidangi jabatan pada Dinas Kota Bogor. Dengan begitu dia pun mengenal kultur Kota Hujan. “Saya berharap walikota bisa memilih calon sekda yang benar-benar bisa dekat dengan warga Kota Hujan dan juga bisa berlaku adil,”harap dia.

Redaktur : Febri Daniel Manalu

Bagikan:

Tinggalkan Balasan