Jokowi dan Kisah Sang-Ibu

Bogor Times, Nasional- Raut wajahnya tak lagi terlihat gagah. Sembab matanya menandakan ketabahan atas duka yang mendalam.

Itu karena Sudjiatmi Notomiharjo sang ibu telah berpulang. Perempuan hebat ini meninggal dunia pada Rabu sore ini. Sujiatmi meninggal di usia 77 tahun di Surakarta.

Pantas saja. Perempuan kuat di hati orang nomor satu di Indonesia ini memiliki cerita sendiri dalam perjalanan karir Presiden Jokowi. Salah satunya dalam bisnis Jokowi sebelum terjun ke dunia politik.

Sudjiatmi adalah suplement penguat Jokowi. Senyumnya menjadi “jimat sakti” yang membuat bisa bangkit dari keterpurukan. Sebagaimana  diceritakan presiden melalui unggahan video di Instagram pada hari ibu 2018. Dalam video itu, Jokowi mengungkapkan bagaimana Sudjiatmi menguatkan dirinya saat bisnisnya bangkrut.

“Ketika usaha saya bangkrut juga ibu yang menguatkan dengan senyum yang sangat ikhlas. Seakan mengatakan untuk terus, terus berikhtiar, terus tetap berikhtiar,” ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga:  Ibunda Presiden RI Tutup Usia

Seperti diketahui, Presiden Jokowi terlahir dari keluarga yang sangat sederhana. Kerasnya hidup sudah dialami sejak kecil, perjuangannya tidak sia-sia. Dia mampu merintis usaha di bidang furnitur dari nol.

Sampai akhirnya usaha yang diberi nama PT Rakabu Sejahtera mampu mendunia. Produksi mebel Jokowi sudah diekspor ke beberapa dunia salah satunya ke negara Eropa.

Di balik kesuksesan usaha Presiden Jokowi ada dukungan kuat dari sang ibunda Sudjiatmi Notomiharjo.

Dengan kesulitan hidup yang dialami, Jokowi terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan sehari-hari. Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, dia memilih untuk tetap berjalan kaki.

Baca Juga:  Jokowi Contohkan Hidup Sehat Dengan Olahraga

Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, dia mulai bekerja sebagai penggergaji di umur 12 tahun. Jokowi belajar mandiri dari kecil. Usahanya ulet dan telaten.

Jokowi adalah lulusan dari jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Setelah lulus pada 1985, Dia bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh, dan ditempatkan di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah.

Jokowi merantau selama dua tahun ke Pulau Sumatera demi mengumpulkan modal untuk membangun usahanya sendiri. Namun setelah merantau selama dua tahun dia memutuskan kembali ke kampung halamannya di Solo dan bekerja di usaha milik pamannya, Miyono, di bawah bendera CV Roda Jati.

Pada 1988, Jokowi muda memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu, yang diambil dari nama anak pertamanya. Usahanya sempat berjaya dan juga naik turun karena tertipu pesanan yang akhirnya tidak dibayar.

Baca Juga:  Jaringan Reklamasi Rawa Ditinjau Presiden

Namun pada 1990, dia bangkit kembali dengan pinjaman modal Rp 30 juta dari Ibunya. Jokowi tak patah semangat. Kegagalan sebelumnya dia jadikan pelajaran.

Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, dia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya. “Usaha saya sampai sekarang masih berjalan. Perusahaan saya mengekspor meubel ke Eropa, Amerika, lalu sekarang banyak juga ke Korea dan Jepang. Jadi saya tahu betul seluk-beluk berusaha,” tutur Jokowi di akun Facebooknya.

Setelah menjadi Presiden, tentu seluruh bisnisnya secara teknis tak lagi dijalankan oleh Jokowi. Bisnis Jokowi itu sekarang dijalankan oleh keluarganya

Bagikan:

Tinggalkan Balasan