Kantor Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Disegel Bekas Developer.Diduga Pemerintah Membangun Kantor Kelurahan Tanpa Disertai Bukti Kepemilikan

Bogor Times,Kota Bogor-Aksi saling klaim atas kepemilikan tanah seluas 3600 m2 di Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor pada Selasa (05/01/2020),kemarin berujung ricuh.

Baca juga : Anggota Ormas Ini Babak Belur Dihakimi Warga Lantaran Diduga Sebagai Pelaku Pengancaman Menggunakan Senjata Api.Tak Hanya Itu Dia Juga Diduga Sebagai Pelaku Penyegelan Kantor Kelurahan Kencana

Pasalnya,Muhammad Edison Muslim yang mengaku sebagai pemilik tanah diduga sebagai pelaku penyegelan kantor Kelurahan Kencana pada Minggu 03 Januari 2020.

Tak hanya kantor kelurahan yang turut disegel.Puskemas pembantu(Pustu) Kencana juga ikut disegel.

Akibatnya,pelayanan kepada masyarakat pun menjadi terganggu.

Warga Kelurahan Kencana mengamuk lantaran pihak developer klaim tanah secara sepihak

Menanggapi hal ini,pelaksana tugas (PLT) Lurah Kencana Suherman mengatakan,berdasarkan siteplan PT Bumi Mutiara Utama No 050/143/SP/Bappeda/98 tanggal 13 November 1998 yang dimiliki oleh pihak kelurahan.

Baca juga : Oknum Anggota Brimob Diduga Memeras Dan Mengancam Akan Menembak Seorang Ibu Sedang Dalam Pesakitan. Selain Itu,Keluarga Oknum Anggota Ini Juga Diduga Memeras Uang Keluarga Pesakitan Hingga Puluhan Juta Rupiah

Bahwa,pekerjaan itu dulunya bernama proyek bumi citra kencana.Lurah mengatakan,Edison tak hanya mengklaim tanah seluas 3600 m2.

“Muhammad Edison Muslim juga pernah mengatakan,bahwa tanah seluas 400 m2 yang dimana ada kantor kelurahan berdiri di atasnya juga pernah diaku sebagai miliknya,”kata lurah.

Diduga,lantaran bangunan kelurahan berdiri diatas lahan milik Edison,hal itulah yang membuat Edison mau menyegel kantor Kelurahan Kencana.

Lurah,pun menceritakan asal muasal,keberadaan kantor kelurahan.

Dulu,sekitar 01 Januari 1996,Pemerintahan Kelurahan Kencana pun diperkirakan mulai aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Namun pada saat itu,pemerintah belum memiliki kantor seperti saat ini.

Lalu kepala desa (Kades)Kencana yang saat itu dijabat oleh Muhammad Mamat pun berikirim surat kepada Muhammad Edison Muslim.

Warga Kelurahan Kencana mengamuk lantaran pihak developer klaim tanah secara sepihak

Edison juga merespon surat yang dikirim kades.Dia (Muhammad Edison Muslim,red) juga mengijinkan agar fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) seluas 300 m2 ini dipergunakan untuk pembangunan kantor desa.

Selain itu,Edison juga menyarankan agar pemerintah desa,juga melakukan koordinasi kepada Walikota Bogor yang saat itu masih dijabat oleh Iswara Natanegara.

Namun,dalam kesempatan yang sama,ketika diwawancarai,Lurah Kencana juga mengaku tidak lagi bisa memberikan penjelasan lantaran dirinya tidak mengetahui secara pasti alur permasalahannya.

Sehingga lurah pun meminta agar stafnya turut memberikan penjelasan.

Menanggapi hal itu,Staf Kasipem Kelurahan Kencana Rusli mengatakan,saat itu,surat yang diajukan kepada Edison bukan lah surat peminjaman tanah.
Melainkan,surat permohonan ijin penggunaan pemanfaatan tanah.

Rusli mengatakan,lantaran itu adalah tanah fasos dan fasum maka tanah itu,bisa dipergunakan untuk pembangunan kantor kelurahan.

‘‘Tergantung apa peruntukannya.Bisa juga dibuka kantor,yang penting sifatnya sosisal.Bisa juga untuk dibangun masjid dan gereja.Pak Edison membeli tanah ini dari pak Bernard yang juga masih merupakan keluarga Cendana,’’papar Rusli.

Staf Kasipem Kelurahan Kencana Rusli ketika diwawancarai wartawan Bogor Times/Febri Daniel Manalu Instagram : febridanielmanalu

‘‘Namun,ketika kami menanyakan terkait bukti kepemilikan yang dimilikinya,mereka (Muhammad Edison Muslim,red) juga tidak pernah bisa menunjukkan surat-surat yang dimilikinya.Kami juga tidak pernah melihat suratnya,’’jelas Rusli.

Namun,kata dia,jika Edison juga tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan yang sah atas tanah itu.
Rusli pun mengimbau,agar Edison dan anak buahnya juga tidak menyegel dan menggembok kantor kelurahan tempat dia bekerja.

Ketika Bogor Times kembali menanyakan,apakah pihak kelurahan juga memiliki bukti kepemilikan atas tanah yang diklaim Edison.

Baca juga :Mahasiswa Minta Polisi Usut Dugaan Pungli Tiket Masuk Kebun Raya


Rusli mengaku,Pemda Kota Bogor juga tidak memilik bukti kepemilikan atas tanah tersebut.

“Sepengetahuan saya bukan tanah ini juga yang digugat di pengadilan melainkan tanah Perumahan Bumi Mutiara Utama,”masih kata Rusli.

“Saya juga menanyakan,kenapa main segel kenapa tidak musyawarah saja, kan bisa ngomong baik-baik jangan sampe mengganggu pelayananlah,’’keluh Rusli.

Rusli pun meyakini jika saja,Muhammad Edison Muslim bisa menunjukkan bukti kepemilikan atas tanah yang diakuinya.

Wartawan Bogor Times/Febri Daniel Manalu.Instagram : febridanielmanalu

Pemerintah (Pemkot) Kota Bogor juga diyakininya pasti akan memberikan ganti rugi seperti yang diingingkan Edison


Baca juga : Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor Pertanyakan Aliran Dana Bus Transpakuan Dari 35 Milyar Ko Bisa Turun Menjadi Rp 575 Juta?

Rusli mengatakan,tanah fasos dan fasum pada saat itu,juga belum diserahkan pengembang kepada Pemkot Bogor.

Pemkot Bogor kata Rusli juga sudah tiga kali mendapatkan somasi.Namun,hingga kini antara Pemkot Bogor dan Muhammad Edison Muslim,juga belum ada titik temu.

‘‘Pemerintah berani membangun tanah ini karena ada surat perintah.Namun terkait apa alasan Puskemas Pustu disegel saya juga tidak tahu,’’singkat Rusli.

Redaktur : Febri Daniel Manalu
Instagram : febridanielmanalu

Bagikan:

2 thoughts on “Kantor Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Disegel Bekas Developer.Diduga Pemerintah Membangun Kantor Kelurahan Tanpa Disertai Bukti Kepemilikan

Tinggalkan Balasan