Kasus Gerendong Kerugian Negara Rp 14 M Apa kabarnya? 

Bogor Times, Kabupaten-Dugaan kelalaian kontruksi Jembatan Gerendong, Rumpin belum ada kejelasan hingga saat ini. Meski telah merugikan negara miliaran rupiah, pihak penegak hukum belum mengantongi tersangka.

Karena alasan itu, Ketua Aliansi Pemuda Rumpin, Gujungsindur, Parung, Khoirul Fajri mempertanyakan kinerja aparat hukum dan DPRD yang pernah berkomitmen mengawal kasus tersebut.

“Sampai saat ini belum saya dengar kontraktor jadi terasangka. Apa kabarnya kasus yang sudah menghilangkan uang rakyat miliaran rupiah itu?,” kata Fajri, Rabu (6/5/2020).

Baca Juga:  Kasus Tenggelam, Garendong Mulai Diperbaiki

Ia berharap adanya upaya proses hukum. G una memberikan efek jera pada kontraktor nakal yang kerap kali lalai. 

“Kita tidak menyalahkan faktor alam. Ini jelas ada dugaan kelalaian kontruksi. Jika dibiarkan pasti akan terulang dan korbannya adalah rakyat,”ucapnya.

Mwnurutnya, pemerintah punya tanggungjawab dalam mengelola anggaran. Dan wakil rakyat DPRD punya tugas pengawasan. Sehingga uang rakyat yang digunakan bisa dipertanggungjawabkan hingga berefek maslahat.

“Jangankan miliaran. Sepeserpun uang negara yang notabennya milik rakyat harus dipertanggungjawabkan,”tegasnya.

Baca Juga:  Baja Jembatan Gerendong Tersapu Arus Kali?

Mengulas. Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daeng Nurdiana sempat meninjau lokasi jembatan Gerendong Rumpin yang hanyut terbawa banjir di Sungai Cisadane. Diduga jembatan hanyut karena ada salah konstruksi.

Menurut Daeng Nurdiana, pihak kontraktor tidak memperhitungkan titik maksimal air Sungai Cisadane saat banjir. Akibatnya jembatan ikut terbawa air saat banjir.

Sebelumnya jembatan Gerandong Rumpin hanyut terbawa banjir. Jembatan senilai Rp 14 miliar ini hilang tak berbekas sehingga harus dibangun kembali

Bagikan:

Tinggalkan Balasan