Alm M. Yusuf

Ketua DPD LSM ARUN Bogor Raya Minta Polisi Mengusut Tuntas Pembunuhan Anaknya

Bogor Times, Kabupaten – Aksi pengeroyokan secara brutal yang dilakukan sekelompok pemuda Bogor yang memakan korban jiwa kembali terjadi di wilayah Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kali ini, korban tewasnya satu nyawa anak laki-laki dari Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (LSM ARUN) Bogor Raya, Iin Solihin, pada Minggu (02/2/2020) dini hari.

Ia mengatakan, awal mula kejadian naas yang menimpa anaknya saat almarhum Muhammad Yusuf Bin Iin Solihin sedang asyik nongkrong di salah satu minimarket di kawasan Kaum Pandak, Karadenan sekira pukul 01.00 WIB Minggu dini hari kemarin.

“Awalnya anak saya sedang nongkrong biasa sama teman-temannya di Indomaret yang tak jauh dari kediaman saya. Tapi tiba-tiba ada sekelompok pemuda lainnya berjumlah 6 orang dengan mengendarai 2 motor secara tiba-tiba satu motor yang berjumlah 3 orang langsung mengeroyok anak saya dengan menggunakan sembilah celurit berukuran besar secara membabi buta,” kata Iin Solihin saat ditemui dikediamannya, Rabu (05/2/2020) malam.

Baca Juga:  Tercebur Sumur, Ketua LPM Tutup Usia

Usai dibacok secara membabi buta anak pertamanya secara membabi buta, lanjutnya, teman-teman korban langsung membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Saya dapat kabarnya pas pukul 03.00 WIB dini hari dari teman anak saya yang nongkrong itu kalau Yusuf (anaknya,red) berada di RSUD Cibinong tapi sudah meninggal dunia, setelah dapat kabar saya langsung ke RS dan melihat kondisi anak saya sudah mengenaskan,” jelasnya.

Dia melanjutkan, kondisi terakhir anaknya itu mengenaskan dengan mengalami luka sayatan bagian perut dibagian kiri dan kaki sebelah kanan yang terkena sayatan benda tajam.

Baca Juga:  Polres Usut Tuntas Bentrokan Ormas

“Kondisi anak saya saat melihat sangat mengenaskan, dengan luka dibagian perut sebelah kiri sobek hingga mengeluarkan banyak darah dan kakinya sebelah kanan sayatan dari senjata yang dipakai para pelaku,” tegasnya.

Lebih lanjut Iin memaparkan, atas peristiwi keji yang menimpa anak kandungnya itu, pihaknya meminta kepada kepolisian Polsek Cibinong agar menangkap para pelaku pengroyokan secara bersama-sama.

Menurutnya, dalam penanganan kasus yang ditangani oleh Polsek Cibinong terkesan tebang pilih terhadap keenam pelaku. Dikarenakan, dari keenam pelaku baru hanya 3 tersangka yang diamankan di polsek Cibinong, Polres Bogor.

“Saya kan diminta buka Laporan (LP) oleh anggota Polsek Cibinong dalam menuntaskan dugaan pembunuhan berencana ini. Sewaktu saya bertanya ada berapa pelaku yang diamankan, baru hanya 3 yang diamankan dari enam pelaku yang berada dilokasi di tempat kejadian perkara (TKP). Dan saksi baru hanya saya yang telah di BAP, sementara teman-teman anak saya yang waktu dilokasi kejadian ada belum dimintai keterangan oleh Polsek Cibinong,” bebernya.

Baca Juga:  Bentrok Massa, Tiga Anggota Ormas Terluka Parah

Adapun, kata dia, dalam kasus dugaan pembunuhan secara bersama-sama kepolisian dapat adil dan mengungkap semua pelaku agar diberikan tindakan hukum secara seadil adilnya sesuai hukum yang berlaku.

“Saya harap Polisi bisa adil dan bisa mengungkap serta menangkap seluruh pelaku. Jangan ada indikasi apapun, karena ini menyangkut nyawa seseorang,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Bogor, Ajun Komisaris Polisi Ita Puspita Lena mengaku belum mengetahui terkait kejadian naas tersebut ataupun belum mempoleh tembusan dari polsek cibinong.

“Kejadian apa ya,” singkatnya melalui pesan instan whatsapp.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan