Restoran Burgerking yang diduga bermasalah dengan izin telah beroperasi

KMPB Mempersoalkan Burger King, Kades Cimandala; Tidak Ada Masalah

Bogor Times, Kabupaten – Berdirinya bangunan restoran cepat saji Burger King yang berada di Jalan Raya Jakarta – Bogor KM 38 Desa Cimandala Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor, diduga belum memiliki perizinan yang lengkap.

Keluarga Masyarakat Peduli Bogor (KMPB) menyatakan, izin salah satu unit usaha Burger King itu telah beroperasi lebih dari sebulan, diduga belum menyelesaikan administrasi perizinan dan belum sepenuhnya disetujui warga sekitar.

Robi faisal sebagai presidium KMPB menyesalkan kejadian ini.
“Berdasarkan hasil survei dilapangan kami menduga mereka belum mengantongi izin, mengerikan. Siapa dibelakang mereka berani sekali menjalankan usaha tanpa izin,” terang Robi Faisal selaku Presidium KMPB kepada wartawan, Kamis (30/01/2020).

Baca Juga:  Kadis DPKPP: PDRT Bukan Surat Izin Beroperasi

Robi menjelaskan, berdasarkan pasal 8 ayat 1 Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2005 tentang peraturan pelaksanaan Undang-Undang nomer 28 tahun 2002 menyatakan setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan.

“Dari aturan itu saja sudah jelas. Dan bangunan ini sangat mutlak tidak patuh terhadap peraturan hanya akan menjurus kepada tindak pidana,” jelasnya.

Pria yang biasa disapa Robi Botol itupun meminta kepada Pemkab Bogor melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penindakkan berupa sanksi tegas.

Baca Juga:  Burger King Tak Berijin, Wabup Bogor Pertanyakan Nyali Satpol PP

“Satpol PP Kabupaten Bogor harus melakukan sidak, untuk membuktikan apakah burger king sudah menjalankan kewajibannya,” harapnya.

“Jika tidak kami yang akan mengevaluasi dengan cara kami. Lebih baik dibongkar saja daripada tidak berizin dan merugikan usaha pedagang kecil,” tandas Robi Botol.

Terpisah, Kepala Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Sudianto menjelaskan, kaitan usaha restoran cepat saji Burger King itu dalam persoalan perijinan tidak ada lagi permasalahan sehingga sudah bisa beroperasi.

“Sudah tidak ada masalah ko untuk usaha itu, kalau ada pun pasti kami pihak pemdes akan bergerak untuk menegur pemilik,” kilahnya.

Baca Juga:  Kasus Mantan Sekdis DPKPP Iryanto P21

Beda halnya dengan penuturan, kasie Trantib Kecamatan Sukaraja, Kalis Suharno membeberkan, jika usah restoran cepat saji itu memang adanya permasalahan kaitan perijinan.

“Iya tuh Burger King bermasalah, kalau enggak ada masalah gak mungkin Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kabupaten Bogor telah melayangkan 3 kali surat teguran dan pekan lalu telah melakukan pemanggilan terhadap pemilik usaha tersebut,” tutupnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan