Koordinasi Kemenag, Bupati Bogor Cekal Soal ‘Khilafah’

BOGOR TIMES, Kabupaten-Temuan Naskah ujian bermuatan khilafah yang ditemukan pada soal ujian pelajaran Fiqih untuk siswa kelas XII Madrasah Aliyah di wilayah Kabupaten Kediri dan Kota Kediri menjadi kehawatiran Bupati Bogor, Hj. Ade Yasin.

Karenanya, Ade Yasin mengaku akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Bogor guna memastikan tak ada kejadian serupa.

“Untuk memastikan saja. Jangan sampai indokteinasi lewat soal ini ada di Bogor, ” tuturnya pada Senin (9/12/2019).

Menurutnya, pemerintah kabupaten Bogor dapat melakukan tindakan ketika terdapat soal terkait khilafah tersebut. Walaupun Madrosah Aliyah berada di bawah Kemenag.

Baca Juga:  Romdon: Keliru Jika Aplikasi Simral Pengajuan Dana Hibah Berada di Kemenag

“Jika ada soal yang merugikan pemerintah dan masyarakat. Kami (pemerintah daerah, red) bisa ambil sikap, ” tegasnya.

Soal ujian bermuatan doktrinasi Khilafah. (Wahid)

Mengulas, di Jawatimut ditemukan naskah ujian bermuatan khilafah. Soal berbau doktrinasi teks itu ditemukan di enam Madrasah Aliyah Negeri (MAN).

Dari total penyebaran soal tersebut, hanya satu madrasah yang sudah mengujikan yakni MAN di Kota Kediri karena telat diketahui.

Temuan terabur kontan disikapi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Enim Hartono. Dilangsir melalui NUOnline, Enim Haryanto mengatakan sudah memanggil seluruh kepala sekolah Madrasah Aliyah dan wakil kepala kurikulum untuk melakukan klarifikasi.

Baca Juga:  Ribuan Guru Madrasah Se-Kabupaten Bogor Menagih Janji Bupati

Ia menyebut beredarnya naskah ujian bermuatan khilafah, disebut sebagai kesalahan naskah soal.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan