LSM dan Mahasiswa Kritisi PD Pasar

BOGOR TIMES, Kabupaten-Kondisi sejumlah pasar Pemkab Bogor  dalam kondisi mengkhawatirkan dengan segudang persoalan. Bahkan, hingga saat ini tak pernah ada upaya dan solusi dari PD Pasar untuk menyelesaikannya. 

Kondisi itu ditandai oleh sepinya pasar dari pengunjung, kumuh dan tidak tertata rapi serta terkesan asal kelola. Hal itu disampaikan oleh Sejumlah aktivis LSM dan mahasiswa.  Setelah sebelumnya beberapa organisasi angkat bicara, kini giliran Presidium Keluarga Masyarakat Peduli Bogor (KMPB),

Mereka menilai kondisi PD Pasar Tohaga yang belum mampu melepaskan diri dari persoalan aset yang amburadul dan berpotensi merugikan. Bahkan, kondisi itu diperparah dengan keputusan Direksi baru yang tergiur untuk mengelola areal parkir pasar, yang dianggap melenceng dari visi misi para direktur sewaktu seleksi pencalonan.

Baca Juga:  Bupati Bogor Kembali Terima Penghargaan

“Saya melihat Direksi baru di bawah kepemimpinan Haris Setiawan tidak fokus pada upaya pembenahan kondisi pasar dan mengatasi masalah aset. Saya kuatir, lima tahun kepemimpinan Haris, Dadun dan Doni di PD Tohaga tidak mampu membawa ke arah yang lebih baik. Bahkan, bisa jadi PD Tohaga nanti malah terpuruk,” ujar Koordinator Presidium Keluarga Masyarakat Peduli Bogor (KMPB), Fathulloh Fawaid kepada wartawan, Selasa (10/12/19).

Fawaid menuturkan, Haris sebagai Kepala PD Pasar dan kawan-kawan harusnya membuat gebrakan untuk mendongkrak kinerja pegawai PD Pasar serta menelurkan inovasi dan kreatifitas untuk menyelesaikan beragam persoalan di lingkungan PD Pasar Tohaga.

Baca Juga:  Asyik! Pelayan Publik Juga Dapat Kenaikan Tunjangan

“Bukan malah asyik mengurus soal niat mengelola areal parkir pasar. Banyak masalah pasar yang harus diurus direksi. Ini sudah 3 bulan menjabat tidak ada gebrakan inovasi,” sendirinya. 

Menurutnya, hal ini tidak berbanding lurus dengan kinerja Bupati Ade Yasin yang terus berlari mengejar target mendatangkan devisa, membangun infrastruktur dan mengundang investor demi memajukan Kabupaten Bogor. 

“Sudah tidak ada alasan lagi. Bupati harus mengevaluasi kinerja direksi PD Pasar Tohaga dalam kurun 6 bulan atau satu tahun untuk melihat apa saja yang telah dilakukan serta dihasilkan dari kinerja Direksi, ” ucapnya. 

Baca Juga:  Tak Ada Anggaran, Revitalisasi Pasar Cisarua Mangkrak

Jika tidak sesuai visi misi, sambung dia, maka sebaliknya Bupati Ade Yasin tegas dan memberikan punishment.

“Sangat tepat Bupati mencopot direksi bila nanti dari hasil evaluasi semester atau tahunan ternyata tidak mampu membenahi permasalahan pasar. Kecuali PD Tohaga kembali bekerja keras dan fokus menyelesaikan masalah, bukan sibuk ngurus areal.parkiran yang sudah berjalan baik selama ini,” imbuhnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan