Lurah Gunung Batu Mendadak Emosi Saat Diwawancarai

Bogor Times,Kota Bogor-Lurah Gunungbatu Mugi Mulyawan mendadak emosi ketika melakukan wawancara dengan wartawan Bogor Times pada Kamis(15/4/2021) kemarin.

Awalnya lurah menjelaskan,bahwa jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan yang diberikan Kementerian Sosial (Kemensos) diwilayah Kelurahan Gunungbatu Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor saat ini dia klaim sudah menurun.

Hal itu berdasarkan data yang dia peroleh. Lurah menjelaskan bahwa pada 2020 jumlah warga yang menerima bantuan ada sebanyak 2286 kepala keluarga (KK). Namun pada 2021 jumlah warga yang menerima bantuan hanya ada sebanyak 1649 KK.Jika dihitung maka ada sebanyak 637 kepala keluarga yang sudah berhenti mendapatkan bantuan.

Ketika wartawan Bogor Times menanyakan apakah angka kemiskinan di Kelurahan Gunungbatu Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor saat ini memang sudah menurun. Sehingga hal itu pun juga berdampak pada jumlah penerima bantuan yang juga ikut menurun.

Ataukah memang bahwa isu yang berkembang di masyarakat itu, diduga benar. Bahwa ada oknum ketua RT diduga tebang pilih dalam melakukan pendataan.Disinilah lurah mulai menjawab pertanyaan wartawan dengan tersulut emosi.

“Saya tegaskan RT RW tidak ada yang bermain termasuk lurah juga tidak ada melakukan permainan. Malah mereka memperjuangkan warganya.Mereka beban sebenarnya.Sekarang juga malah banyak dipersalahkan oleh warga yang tidak mengerti,”kata lurah sembari menegaskan bahwa tidak ada oknum RT yang bermain di Kelurahan Gunungbatu Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor pada Kamis (16/4/2021) kemarin.

“Kan akang ini pergaulannya pasti luas bukan hanya dengan kelurahan dan warga.Tetapi dengan orang dinas sosial bahkan mungkin dengan orang Kementerian juga. Kalau mindset kita tidak kesana maka tidak seharusnya juga pemikirannya kesana,”jawab lurah.

Ketika wartawan Bogor Times kembali menanyakan,apakah lurah mengetahui alasan,mengapa jumlah keluarga penerima manfaat di Kelurahan Gunungtu jadi menurun. Lurah pun mengaku tidak mengetahui hal itu.

“Mengapa jumlah orang yang menerima bantuan semakin menurun di Kelurahan Gunungbatu kami tidak ada yang tahu.Kami hanya menerima wesel sekian sekian dan kita menyalurkan dan kita juga menerima beban dari masyarakat.Jadi saya titip juga ke kang Febri hilangkan mindset kalau RT RW ada bermain,”elak lurah.

Lebih lanjut lurah mengatakan,jika masih ada warga pada masa pandemi covid 19, diduga tidak mendapatkan bantuan lantaran karena tidak ada di data oleh ketua RT. Maka dia (red lurah) pun,meminta agar hal itu pun juga bisa dibuktikan.

“Kalau ada masyarakat yang seperti itu,maka tinggal pembuktian saja, enggak ada yang sulit di zaman sekarang ini kalau memang ada seperti itu kumpulkan rembukin selesaikan itu aja kan sistemnya adalah pembuktian,”pinta lurah kepada warga agar datang ke Kelurahan Gunungbatu untuk melakukan pembuktian apabila masih ada warga yang diduga belum mendapatkan bantuan lantaran belum dicatat oleh oknum ketua RT.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Lurah Gunungbatu,setiap penerima bantuan yang datanya sudah ada di Kementerian,maka masing-masing kepala keluarga itu diberikan bantuan uang sebesar Rp300.000 ribu.

Namun karena pembagian bantuan tersebut terhitung sejak Maret dan April,maka adapun jumlah bantuan yang diberikan kepada masing-masing kepala keluarga adalah sebesar Rp600.000 ribu.

“Untuk menghindari terjadinya penularan covid19,pemberian bantuan ini pun dilakukan selama tiga hari terhitung sejak 13 hingga 15 April 2021,”tambah lurah.

Ketika wartawan Bogor Times kembali menanyakan berapa jumlah warga yang hadir pada hari Selasa Rabu dan Kamis.Lurah mengaku tidak mengetahui berapa jumlah warganya yang hadir pada saat itu.

Sebab kata Lurah datanya ada di kantor pos. Begitu juga ketika wartawan menanyakan bagaimana mekanisme yang dilakukan apabila ada penerima bantuan yang tidak hadir.

Lurah pun lagi-lagi menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui akan mekanisme tersebut.Sebab hal itu adalah merupakan kewenangan kantor pos.

Sekedar untuk diketahui sebelumnya juga pernah terjadi cekcok mulut di Kelurahan Gunungbatu.Hal itu lantaran ada warga yang mengaku kesal karena dirinya tidak mendapatkan bantuan. Warga yang kesal itu mengaku, bahwa dia tidak didata oleh ketua RT nya. Menjawab pertanyaan wartawan,lurah pun berdalih,bahwa pada saat itu dia belum menjadi Lurah Gunungbatu.

Editor : Febri Daniel Manalu

Bagikan:

Tinggalkan Balasan