Mantan Karyawan PT Goodyear Tuntut Pesangon Yang Jumlahnya Mencapai Ratusan Juta Segera Dicairkan

Bogor Times,Kota Bogor-Pasca PT Goodyear Indonesia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diduga dilakukan secara sepihak kepada 44 orang karyawannya pada 22 Juni 2020 lalu.

Para buruh ini terus menuntut agar haknya juga diberikan.

Berdasarkan,sistem informasi penelusuran perkara pada situs website pn-bandung.go.id/detil_perkara Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)Bandung.

Adapun jumlah pesangon yang mereka dapatkan adalah berbeda-beda.

Mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Karyawan PT Goodyear terkonfirmasi PHK melakukan aksi unjuk rasa pada Jumat(08/01/2020).

Hal itu mereka ungkapkan pada saat melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu 1 PT Goodyear,Kelurahan Kebon Pedes,Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor pada Jumat (08/01/2020)kemarin.

Korlap aksi demo Agus Ramdhan Pashya mengatakan,keputusan PHK dilakukan pada 22 Juni 2020 bersamaan pada saat perusahaan,mengeluarkan surat keputusan (SK) berakhirnya hubungan kerja (BHK).

SK BHK04/HR-GYI/VI/2020 yang ditanda tangani Hr director,yang ditujukan kepada dirinya ini berisi.Bahwa dia bersama 43 karyawan PT Goodyear lainnya telah diberhentikan hubungan kerjanya.

Baik segala tugas dan tanggung jawab juga sudah dihentikan.

Jumlah gaji dan pesangon yang semestinya karyawan dapatkan.Namun diduga hingga sekarang perusahaan belum memberikan haknya parah buruh.
Sumber : pn-bandung.go.id/detil_perkara

Agus pun mengungkapkan,kekecewaannya kepada perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan ban mobil ini.

Dia menilai,langkah yang dilakukan perusahaan sudah cacat hukum.

Musababnya,perusahaan telah melakukan pemecatan tanpa menunggu putusan pengadilan lebih dulu.

‘‘Setelah di PHK kami bersama serikat pekerja pun melakukan bipartit(perundingan,red) juga bersama perusahaan.Hasilnya kami menolak phk secara sepihak.Meski begitu perusahaan tetap kekeuh untuk tidak mempekerjakan kami lagi,’’keluh Agus.

Jumlah gaji dan pesangon yang semestinya karyawan dapatkan.Namun diduga hingga sekarang perusahaan belum memberikan haknya parah buruh.

Sumber : pn-bandung.go.id/detil_perkara

Agus dan kawan-kawannya juga tak patah arang.Dia bersama,para serikat pekerja kemudian melaporkan hal yang dialaminya itu ke dinas tenaga kerja (Disnaker) Kota Bogor.

Pada saat itu,disnaker pun kemudian mengeluarkan anjuran,bahwa PT Goodyear harus memperkerjakan kembali para pegawainya yang di phk.

Namun anjuran yang dikeluarkan dinas kata dia,hingga kini tak juga kunjung dilaksanakan.

Tak lama setelah itu,pihak perusahaan justru malah melakukan gugatan ke pengadilan hubungan industrial(PHI) Bandung.

Jumlah gaji dan pesangon yang semestinya karyawan dapatkan.Namun diduga hingga sekarang perusahaan belum memberikan haknya parah buruh.

Sumber : pn-bandung.go.id/detil_perkara

Gugatan itu teregister pada 26 Oktober 2020.Adapun yang menjadi dalil gugatannya adalah,perusahaan menolak anjuran disnaker dan tetap kekeuh untuk tidak mempekerjakan para pagawainya yang di phk.

‘‘Saya juga ingin mengatakan,bahwa kami karyawan yang di phk tidak karena sedang mendapatkan surat teguran,juga bukan sedang menjalani hukuman atau tidak juga karena sedang melakukan pelanggaran.Kami juga tidak sedang dalam kategori pelanggaran hukum,’’papar Agus seraya meyakinkan wartawan Bogor Times.

Agus menjelaskan,alasan PT Goodyear melakukan PHK,lantaran perusahaan ini katanya sedang mengalami krisis keuangan.Begitu juga permintaan barang,saat ini, juga sedang menurun.

‘‘Dari 44 karyawan yang di phk masing-masing memiliki masa kerja yang berbeda.Ada yang mulai dari enam tahun ada juga hingga 28 tahun ke atas.Jika memang harus di phk kami pun menuntut agar upah sejak 22 Juni 2020 juga dibayarkan,’’pinta Agus.

Wartawan Bogor Times/Febri Daniel Manalu Instagram : febridanielmanalu

Begitu juga,hak gratifikasi bonus yang biasanya diberikan setiap akhir tahun juga turut diberikan.

Berdasarkan situs pada pengadilan itu,jumlah besaran pesangon rata-rata yang nantinya akan diberikan PT Goodyear adalah berkisar pada angka Rp50-Rp119 juta

Hingga berita ini diturunkan perwakilan PT Goodyear enggan memberikan komentar.”Maaf sedang tidak ada pimpinan,”ujar satpam yang saat itu berjaga dipintu 1.

Redaktur : Febri Daniel Manalu

Instagram : febridanielmanalu

Bagikan:

Tinggalkan Balasan