Bogor Times- Mendekati pesta rakyat pemilu. Pengamat Politik Yunarto Wijaya menjelaskan bahwa perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dimulai dengan modal kepuasan publik terhadap Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang sangat tinggi.
Hal itu diungkapkan dalam acara diskusi spesial Harlah Gus Dur yang diselenggarakan Komunitas Gusdurian Jakarta bertajuk Refleksi Menuju Pemilu 2024: Tetap Waras di Zaman Edan di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/9/2023) malam.
"Saya pikir pas masa Covid-19 bubar jalan nih. Mengerikan situasinya. Tapi ternyata tingkat kepuasan publik kita saat ini ada di angka 76-82 persen," ucap Direktur Eksekutif Charta Politika itu.
Baca Juga: Kasus Obat Batuk Sirup Gagal Ginjal, Kuasa Hukum: Jaksa Lemah Pembuktian
Ia menjelaskan terdapat sejumlah pertanyaan yang dilempar kepada responden untuk mengungkap tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi.
Misalnya, pertanyaan umum yaitu 'Apakah bapak/ibu/saudara puas dengan pemerintahan Jokowi?'
Kemudian ada pertanyaan tambahan yang bersifat sektoral yakni 'Apakah bapak/ibu puas dengan bidang hukum?'
Baca Juga: Usai Selesai Jadi Presiden, Jokowi Pakai Yusril Untuk Tameng Hukum, Simak Tanggapan Yusril
Lalu pertanyaan yang sifatnya subsektor, 'Apakah bapak/ibu puas dengan pemberantasan korupsi?'
"Faktanya, gap-nya itu jauh. Kepuasan publik 80 persen, tapi terhadap bidang hukum 60 persen, dan pemberantasan korupsi tidak sampai 60 persen," jelas Toto, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan bahwa tingginya tingkat kepuasan publik kepada Jokowi itu ditopang oleh faktor emosional. Dengan kata lain, ada kecintaan terhadap sosok Presiden Jokowi tetapi tanpa perasaan bahwa hidupnya beranjak lebih baik.
Baca Juga: Polda sumut Gelar Rapat Koordinasi Kesiapan Pemilu 2024
Setelah menjelaskan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi yang sangat tinggi di akhir-akhir masa jabatannya itu, Toto kemudian menjelaskan tantangan dan peluang bagi Presiden selanjutnya.
Artikel Terkait
Penunjukan Cak Imin sebagai Cawapres Anies: Penjelasan Surya Paloh dan Reaksi Partai Demokrat
Anggota DPRD Minahasa Tidak Masuk Kantor Selama Enam Bulan: Keanehan dan Kode Etik yang Terlanggar
Bazar Sembako Murah Serasi: Upaya Menekan Inflasi di Kota Bogor
Festival Inovasi Kota Bogor: Membangkitkan Semangat Inovator Lokal
Komisi VIII DPR RI Lakukan Kunjungan Kerja ke Kota Bogor untuk Monitoring Penyaluran Bantuan
Polda sumut Gelar Rapat Koordinasi Kesiapan Pemilu 2024
Polda Sumut Gerebek Gudang Penyalahgunaan Solar Bersubsidi, 21 Ton Solar Disita
Usai Selesai Jadi Presiden, Jokowi Pakai Yusril Untuk Tameng Hukum, Simak Tanggapan Yusril
Kasus Obat Batuk Sirup Gagal Ginjal, Kuasa Hukum: Jaksa Lemah Pembuktian
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Segera Digelar