Bogor Times - Ada suatu kisah sedih yang dialami oleh seorang anak Sekolah Menengah Atas (SMA), dan anak ini bernama Ramdhan yang dikasihani oleh guru di sekolahnya.
Hari-hari sebelum awal masuk SMA
Ramdhan adalah siswa yang berasal dari keluarga miskin. Sang ibu harus menjadi tulang punggung keluarga usai sang ayah tutup usia.
Hari itu adalah hari Sabtu. Saat dimana para siswa yang beralit tingkatan dari SMP ke SMA Ramdhan akan berangkat ke sekolah dengan seragam barunya.
"Maaf yaa nak ibu belum punya uang untuk membeli baju kamu" Ucap ibunya yang sedang melipat baju dengan sedih.
"Iya bu gapapa kok ramdhan bilang ke wali kelas dan gapapa kalo pake baju SMP" Ucap ramdhan yang udah pake baju untuk sekolah.
Ibunya pun tidak tega karena hari pertama anaknya masuk sekolah tidak sama dengan baju seragamnya dengan teman lainnya, hari pun mulai menjelang malam dan saatnya ramdhan mengaji.
Saat di pengajian ramdhan pun bertanya kepada teman seangkatannya
"Asbul ,kamu udah punya seragam SMA?" Ucap ramdhan
"Belum, biarin deh nanti aku masuk sekolah nya kalo udah punya seragam" Ucap asbul
"Tapi kata guru gapapa kalo belum punya, pake seragam SMP aja dulu" Ucap ramdhan
"Ngga ah, malu tau kalo baru nanti hari senin pasti upacara pasti pada ngejek " Ucapkan asbul.
Ramdhan pun terdiam, kemudian ia ingin tahu dalam hati bahwa dia ke sekolah itu untuk menuntut ilmu bukan untuk pamer baju.
Dan hari senin pun tiba, saat ia di sekolah banyak membicarakan ramdhan dan ramdhan pun membiarkannya dan tidak peduli.
Ia yakin kepada Allah bahwa ia sedang di uji, ia mentekadkan lagi bahwa orang kuat itu adalah orang yang sabar.
Ketika menuju kelas dan mengamatinya
"Ramdhan kok seragam SMP? Habis makan apa sih emang? Hahahha" Ucap si A
"Mungkin dia pikir ini masih MPLS hahahahaa" Ucap si B.
Lalu datang lagi temannya dan menyapa "Yah dek dek, adek ini nyasar yah? Ini tuh SMA bukan SMP" Ucap si C
Ramdhan pun menjawab dengan candaan "iya nih kak, aku masih baru tolong pimpin soalnya aku ngga tau Hhe" berbicara ramdhan yang sedang bercanda tapi dalam lubuk hati yang terdalam ia sedih, tapi ia bisa mengatasinya.
Artikel Terkait
Kisah Seorang Syarifah Yang Amat Memilukan lagi Malang.
Kutipan Kisah Cinta Kepada Rasulullah Dari Nenek Tua Asal Madura
Bak Terdengar Piring Pecah, MUI Harus Belajar dari Kisah Laila Majnun
Pimpinan Al Mukhlisin: Isra Miraj Jadi Kisah Edukasi Pelajar dan Santri
Kisah Ibu Negara Pertama, Fatmawati Berdasar Pitutur Puan Maharani
Kisah Baduwi Songong, Tarik Selendang atau Surban Rosulullah
Kisah Sufi Pengancam Surga dan Neraka, Robiah Al Adawiyah
600 Ribu Jamaah Haji, Hanya 6 Jamaah Yang Diterima, SImak Kisah di Bawah ini
Suzuki, Mualaf Yang Insaf Jadi Mata-mata Jepang, SImak Kisah Para Intelegent Terbaik Yang Memeluk Islam
Kisah Anak 11 Tahun Setubuhi Kucing, Depresi Hingga Meninggal