PDP Kota Bogor Meninggal Dunia Kini Bertambah

Bogor Times, Kota– Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di Kota Bogor kini menjadi lima orang setelah bertambah dua orang pada Kamis (26/3/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno sebagai Juru Bicara Pemerintah Kota Bogor untuk Siaga Corona mengatakan hal itu melalui pernyataan tertulisnya di Kota Bogor seperti dilansir Antara.

Menurut Retno, kelima orang PDP yang meninggal dunia itu sebelumnya telah dilakukan tes swab. Sampelnya juga telah dikirim ke laboratorium di Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan namun hasilnya belum keluar.

Baca Juga:  Bertambah,17 Warga Kabupaten Bogor Positif Corona

Saat ini jumlah orang berstatus PDP juga meningkat signifikan, yakni menjadi 33 orang atau naik 83,33 persen dari satu hari sebelumnya sebanyak 18 orang.

Selain lima orang yang meninggal dunia, juga terdapat enam orang lainnya dinyatakan sehat sehingga jumlah PDP yang masih dalam pengawasan di rumah sakit di Kota Bogor ada 22 orang.

Sementara itu, warga Kota Bogor berstatus orang dalam pemantauan (OPD) juga meningkat signifikan menjadi 567 orang atau naik 51,20 persen dari sebelumnya, yakni sebanyak 375 orang. Sejauh ini baru ada 31 ODP yang dinyatakan sehat sehingga jumlah ODP yang masih dalam pemantauan ada 536 orang.

Baca Juga:  Cegah Corona, Max Bagi Makanan

Data pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini masih sama dengan Rabu (25/3/2020), yakni tujuh pasien, satu di antaranya meninggal dunia. Karena itu, pasien positif Covid-19 yang masih dalam perawatan di ruang isolasi di rumah sakit di Kota Bogor sebanyak enam pasien.

Saat ini jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah menjadi 893 orang pada Kamis (26/3/2020). Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 78 orang, dengan jumlah yang sembuh 35 orang.

Baca Juga:  Masker dan Sabun Pencuci Tangan Meroket

“Ada penambahan kasus konfirmasi positif kurang lebih 103 orang sehingga jumlah totalnya 893,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan