Pegawai Kementrian Digagahi Bergilir

Bogor Times, Kabupaten- Kembali, seorang pegawai perempuan ber status honorer jadi korban pemerkosaan di Bogor. Kejadian nahas itu menimpa seorang pegawai honorer di Kementerian Koperasi dan UKM. Wanita berinisial (ND) diduga jadi korban perkosaan empat orang rekannya.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada 6 Desember 2019 di Hotel Permata Bogor. Awal mula kejadian adalah ketika Bagian Kepegawain Biro Umum Sekretariat Kementerian Koperasi dan UKM menggelar Rapat Di Luar Kantor (RDK).


Acara tersebut sekaligus menjadi perpisahan mantan Kepala Biro Umum Hardiyanto yang memasuki masa pensiun. Hampir seluruh pegawai di Bagian Kepegawaian mengikuti RDK tersebut, termasuk korban dan para pelaku.

Baca Juga:  Astagfirullah! Ibu Bunuh Anak

Sumber terpercaya di Kementerian Koperasi dan UKM, yang enggan disebut namanya menceritakan kasus ini, namun tidak secara rinci.

Seorang sumber menyebut empat pelaku berinisial ZPA, WH, ZF, dan NN. Sumber juga memberitahu status masing-masing pelaku, di antaranya ZPA adalah CPNS, WH adalah PNS, ZF pegawai honorer dan NN seorang office boy (OB). Sedangkan korban ND hanya pegawai honorer.

Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya pada keluarga. Dan kemudian dilaporkan orang tua korban ke Polres Kabupaten Bogor pada bulan Januari 2020.

Baca Juga:  Mesum, Dua Santri Pesantren Bercadar Dibui

Melansir HaiBunda.com Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof. Rully Indrawan membenarkan kejadian itu, dan pihaknya sudah mendapat laporan bahwa kasus sudah ditangani kepolisian. Rully juga mendukung agar kasus ini bisa diangkat ke media guna memberi sanksi pada pelaku.

“Saya sudah mendapat laporan dan kasusnya sudah ditangani kepolisian. Saya dukung itu,” kata Rully kepada HaiBunda saat dihubungi via telepon, Minggu (29/3/2020).

Terkait sanksi dari perusahaan yang akan diberikan pada pelaku, menurut Rully akan diberlakukan jika sudah ada kepastian hukum. Saat ini pihaknya juga sudah berupaya untuk berkomunikasi dengan keluarga korban untuk menyampaikan keprihatinan.

Baca Juga:  Mesum, Dua Santri Pesantren Bercadar Dibui

“Bila sudah ada kepastian hukum kita baru memutuskan secara administrasi kepegawaian. Biro umum saya minta untuk berkomunikasi dengan keluarga korban menyampaikan keprihatinan sekaligus memperjelas masalah,” terangnya.

Sementara itu, sebelumnya dikatakan bahwa selang dua minggu setelah pelaku dilaporkan, mereka dibebaskan. Bahkan saat ini sudah kembali bekerja di Kementerian Koperasi dan UKM. Terkait hal ini, Rully mengatakan hal ini masih didalami.

“Kami belum tahu kalau tersangka dibebaskan, saya akan dalami. Dan ini akan ada sanksi tegas bila memang terbukti,” tukasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan