Pemkot Bogor Bakal Hadirkan Ternak Lebah Untuk Ratusan Warganya.

Bogor Times, Kota Bogor – Untuk memulihkan perekonomian warga Kota Bogor pada masa pandemic Covid-19, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor akan meluncurkan program sejuta ternak lebah. Program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ini bakal dimulai pada Oktober mendatang.

Kasi Produksi Ternak Bidang Peternakan Dan Kesehatan Hewan Sumtiah Nur mengatakan, usaha ternak lebah atau urban bee ini tidak harus dilakukan pada lahan yang luas. Oleh karena itu, kasi pun optimis program ini nantinya bakal banyak peminat.

“Saya meminta agar masyarakat tidak perlu takut. Pasalnya lebah ini tidak menyengat. Kami yakin lebah ini bisa berdampingan dengan manusia. Dan nama latinnya adalah Trigona SP. Memelihara lebah ini tidak sulit karena tidak memerlukan tempat yang luas juga tidak perlu repot mengurusi pakannya. Sebab, Trigona akan mencari pakannya sendiri,”kata Sumtiah kepada Bogor Times saat ditemui dikantornya pada Senin (07-09-2020).

Hanya bermodalkan pepohonan dan tanam-tanamannya disekitar rumah, maka lebah akan menghisap sendiri sarinya. Semakin banyak lebah menghisap sari tanaman, maka akan semakin baik pula untuk tanaman itu. Lebih lanjut kasi menjelaskan, untuk anggaran kata kasi berasal dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan jumlah Rp150 juta.

“Adapun jumlah peternak yang bergabung diwacanakan ada sebanyak 100 orang yang terdiri dari lima kelompok dengan jumlah setiap kelompoknya masing-masing 20 orang. Karena satu coloni terdiri dari satu ratu lebah dan ribuan lebah pekerja. Maka diharapkan untuk satu coloni bisa memproduksi madu mencapai 500 gram,”papar dia.

Jika pun mengeluarkan biaya (cost, red) untuk pemeliharaan, maka bisa dipastikan bulan berikutnya modal itu akan kembali. Hanya saja dia membeberkan, jika warga Kota Hujan ingin bergabung maka harus lebih dahulu mengikuti bimbingan teknis (Bimtek). Saat ini baru hanya Kelurahan Mulyaharja Kecamatan Bogor Selatan dan Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur saja dianggap cocok. Dan titik di empat kecamatan lainnya masih dalam tahap penelusuran.

“Dari target 100 titik, lima titik pada tahun ini diharapkan bisa terwujud.
Untuk 100 coloni hanya membutuhkan tempat dengan luas 2 ×1.5 m2 dan untuk
200 coloni membutuhkan lahan seluas 4×2 m2,”jelasnya

Redaktur : Febri Daniel Manalu

Bagikan:

Tinggalkan Balasan