Pemkot Bogor Tambah Ruang Isolasi

Bogor Times, Kota-Terus bertambahnya para korban virus corona. Membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menambah ruang isolasi di RSUD Kota Bogor.

Hal itu dilakukan agar penanganan terhadap pasien virus Corona lebih maksimal. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan RSUD Kota Bogor yang menjadi rumah sakit rujukan COVID-19 saat ini memiliki 50 ruang isolasi.

Pada Mei 2020, Pemkot Bogor berencana menambah ruang isolasi bertekanan negatif di RSUD Kota Bogor menjadi 170.

Baca Juga:  Pertahanan Pemkot Bogor Jebol, 2 Hari 24 Kasus Corona

“Iya, kan antisipasi. Kalau kita nggak antisipasi, kalau terjadi ledakan (penyebaran virus Corona), kita nggak siap,” kata Dedie, ketika dihubungi, Jumat (10/4/2020).

Dia menambahkan, RSUD Kota Bogor merawat pasien dalam pengawasan (PDP) dan yang positif terinfeksi COVID-19. Pemkot Bogor, lanjutnya, sedang mencari alternatif agar rumah sakit lain bisa merawat PDP dengan gejala sakit ringan.

“Jadi sama aja, kalau ada PDP ringan, kalau sudah positif nanti, dimasukkannya ke RSUD yang sudah punya ruang berkompresi negatif dan ruang isolasi,” lanjutnya.

Baca Juga:  DKM Masjid Agung Kota Bogor Santuni Yatim Dan Dhuafa.

Untuk tenaga medis sendiri, Dedie mengungkapkan, Pemkot Bogor memiliki 1.070 dokter yang merupakan dokter umum dan spesialis. Selain itu, Pemkot Bogor memiliki sekitar 2.400 perawat.

Dedie menyebut, Pemkot Bogor masih kekurangan tenaga medis untuk penanganan virus Corona. Menurutnya, baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor saja yang memberikan bantuan 19 dokter relawan.

“Nah, khusus untuk penanganan COVID-19, kita kekurangan sekitar 25 dokter lah dan sekitar 50-an perawat lah,” pungkas dia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan