Pemuda Galang Bantuan Korban Mall Praktek Klinik.

Bogor Times, Kabupaten-Kisah yang dialami Muhamad Arafi, bayi 11 bulan warga Kampung Nanggela RT 02/07, Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang itu menyita perhatian banyak kalangan. Tak terkecuali para pemuda dan tokoh masyarakat.

Para pemuda dan tokoh masyarakat tengah menghimpun dana untuk membantu keluarga balita yang saat ibu masih terkapar di RSUD Cibinong.

“Kami urunan untuk membantu orang tua bayi. Agar beban mereka bisa bersama-sama kami pikul, “tukas Tokoh Muda Kecamatan Tajurhalang, Angga Widyatama Putra pada Kamis (16/1/2019).

penggalanhan dana akan dilakukan oleh para pemuda yang aktif dalam kegiatan majelis taklim maupun karang taruna. “Kami tidak libatkan lembaganya, hanya secara individu baik dari karang taruna atau Omas maupun Irmas,” ucapnya.

Baca Juga:  Tanggapan DPKPP Tentang 27 Huntara Korban Longsor dari IR Box

Lebih lanjut, angga menerangkan, kegiatan penggalangan dana tersebut mendapat respon positif dari masyarakat. Tak terkecuali pemerintah desa. “Masyarakat kami sangat guyub. Alhamdulillah kompak, ” ucapnya.

Terlebih lagi, sambung dia, kejadian tersebut menimpa masyarakat Tajurhalang yang notabennya adalah tetangga. ” Setelah terkumpul semua, akan kami serahkan melalui desa atau secara langsung. Hari ini atau besok, “tegasnya.

Tak hanya itu, Angga juga menggaku akan menyelidiki kasus tersebut. Bagian mall praktik atau kejadian alamiah. “Jika ada indikasi mall praktek. Kami akan dampingi orang tua lapor ke polisi, ” tegasnya.

Mengulas, berawal dari demam. Arafi di bawa ibunya ke kelinik terdekat. Usai diperiksa, doktermengatakan hasil diagnosa adalah campak dan lalu dokter memberi obat buat keluar campak.

Baca Juga:  RP 600 ribu per KK Cair Pekan Depan.

“Karena dokter yang kasih saya berikan anak saya obat itu. Setelah habis malah kulit anak saya pada lecet dan memerah,” kata Nurhalimah orang tua bayi sambil menangis.

Dirinya pun bolak-balik ke klinik tersebut untuk menanyakan kondisi anaknya karena semakin hari luka pada tubuhnya terus bertambah banyak.

“Kalau kata dokternya sampai habis aja obatnya, terus kemudian tambah banyak kayak gini merah-merah, bahkan pas saya balik lagi pihak kelinik menyuruh dibawa ke rumah sakit yang lebih lengkap perawatannya,” katanya.

Lebih lanjut ia mengaku, bayinya itu lahir normal tapi ketika satu bulan merasakan sakit usai meminum obat dari klinik sampai sekarang sudah berumur 11 bulan.

Baca Juga:  ACT Bantu Sumur Bogor

“Kalau bantuan dari pemerintah setempat belum ada, baru bu RT saja yang bulak balik hantar saya ke rumah sakit,” cetusnya

Nur juga menuturkan, sehari-hari hidup pas-pasan karena suami hanya kerja serabutan.

“Alhamdulilah sekarang sudah dibawa ke RSUD Cibinong selama perawatan baik, cuman setiap hari saya yang urus sampai kasih obat, kalau dari rumah sakit hanya mengecek saja dan pasang infusan,” tuturnya

Ketika ditanyai BPJS, ia mengungkapkan sedang dibuatkan karena sebelumnya belum punya sama sekali. Karena, mau mengurus pun bingung tidak tahu apa-apa buat syaratnya.

“Semuanya lagi di urus dan surat keterangan miskin karena dari rumah sakit meminta harus di percepat supaya bisa di cover,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan