SESAK-Area Jalan Raya Kemang ditutupi kabut debu karean truk galian tanah. (Foto: Sanusi)

Pengusaha Galian “Gila!”,Tambah Beban Warga Hadapi Corona

Bogor Times, Kabupaten – Saat pemerintah pusat hingga daerah tengah fokus meminimalisir meluasnya penularan virus Corona/Covid-19. Pengusaha galian justru mencari keuntungan besar dengan merusak udara sekitar. Al hasil, beban warga dan pengguna jalan semakin bertambah.

Aktifitas galian tanah yang berada di dalam sebuah komplek perumahan KE, yang terletak di wilayah RT 01 RW 08 Desa Kemang, Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor menjadi sebab kebulan debu dijalan raya Kemang.

Data yang dikumpulkan media ini, aktifitas galian tersebut dilaksanakan oleh sebuah perusahaan bernama PT. PL dan sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, keluhan warga juga sudah sering disampaikan kepada pihak-pihak berwenang.

Baca Juga:  PMII:Tindak Tegas Jenderal Dibalik Galian Ilegal

“Pengusahanya Gila! Sudah tau musim corona bukan bantu malah tambah beban. Sudah lama itu galian tanah beroperasinya, bahkan pernah ditutup sama Satpol PP. Tapi koq bisa buka lagi.” Ungkap Sukri (43) warga Kecamatan Kemang, Minggu (29/3/2020).

Sementara pantauan di lapangan, di sepanjang jalan raya Kemang sempat tampak truk galian tanah berjejer di pinggir jalan raya. Sementara ceceran tanah merah mengotori kedua siai ruas jalan nasional tersebut, baik arah ke Bogor maupun arah ke Parung. “Kalau hujan, tanah itu bikin jalan becek berlumpur dan membahayakan pengguna jalan. Kalau panas, debu kotor bikin sesak napas.” Ujar Edon (47) warga lainnya.

Baca Juga:  Perusahaan Air Ilegal Resahkan Warga

Dikonfirmasi hal ini, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) ex officio Kepala Unit Pol PP Kecamatan Kemang, Suhendi mengakui jika galian tersebut sudah ditutup. Namun ironisnya, dia mengatakan tidak tahu kenapa bisa beroperasi kembali dan beralasan bukan kewenangannya. “Betul sekali pak, bulan lalu sudah kami tutup (galian tanah tersebut). Entah (kenapa) buka lagi, itu bukan kewenangan kami.” dalihnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan