Penjaga Caffe Ternyata Ahli Bahasa Belanda.

Bogor Times, Kabupaten-Erice Pattiwael (74) penjaga caffe di Perumahan Metline, Cileungsi ini jago berbahasa Belanda.

Pria asli kelahiran Jalan Dr  Abdurrahman Saleh, Jakarta ini disibukan menjaga caffe milik anaknya.

Senyum semeringah nampak di wajah Opa, sapaan akrab Erice Pattiwael. Sesaat mengalahkan tamu Caffe yang menantangnya bermain catur, malam ini (26/9/2020).

Sesekali, kakek 4 cucuk itu mengutarakan bahasa asing yang awam didengar oleh orang yang baru mengenalnya. Pantas saja, bahasa asing itu adalah bahasa Belanda yang disampaikan dengan fasih olehnya.

Kepada Bogor Times, pria yang akrab dipanggil Opa ini mengaku telah menguasai bahasa Belanda sejak kecil. Kemahiran bahasa Belanda itu diperolehnya dari Lingkungan kedua orang tuanya Benjamin mozez dan Louisa Pattiwael.

” Ibu dan bapak saya sempat kerja oleh Belanda. Ayah saya pernah jadi tentara kenil Belanda. Lalu kemudian membelot dan mendukung tentara kemerdekaan,” kata Opa.

Ia pun bercerita sedikit perjuangan sang ayah saat memperjuangkan kemerdekaan hingga di era penjajahan jepang. Ia mengaku mengalami pahitnya hidup saat ditinggal oleh ayahnya berjuang melawan penjajah jepang.

“Sangat terasa (susah,red) ketika ayah saya ditahan oleh Jepang sebagai tawanan,” tukasnya.

Namun demikian, proses panjang pengalamannya hidup ditengah era perjuangan memberi kesan yang sangat berarti. Yang paling sederhana, kemampuan berbahasa yang dimilikinya seketika waktu bisa dipergunakannya untuk berkomunikasi dengan orang bayak.

“Kadang ada tamu dari belanda, bisa saya ajak ngobrol. Ada juga  warga Imdonesia yang minta diterjemahkan bahasa Belanda bisa saya bantu,” tukasnya.

Tak jarang pula, masyarakat Bogor 
Yang datang meminta Opa menerjemahkan isi surat Eigendom Verponding atau surat bukti kepemilikan dari Balai Harta Peninggalan (BHP). Dan tampa terbatah-batah, Opa menerjemahkannya.

Opa mengaku, pertama kali ke Bogor sejak tahun 2012. Meski tak hidup bermewah-mewah, Opa merasa cukup dengan penghasilan usaha cafe dengan ditemani oleh 4 cucu dan 4 anaknya. “Di sini saya senang. Bisa sering bareng keluarga,” kata pria yang hobi bermain catur ini

Bagikan:

Tinggalkan Balasan