Pemetaan Wilayah yang di kelola Perum Perhutani

PERUM PERHUTANI : Fokus Untuk Kemanusian Dari Pada Saling Menyalahkan

Bogor Times, Kabupaten Bogor – Bencana Bajir dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Bogor digadang-gadangkan akibat dari pemberian HGU kepada perusahaan tanpa kontrol seperti di kutip keterangan Kepala Badan Penanggulang Bencana (BNPB) Doni Monardo : https://m.trubus.id/baca/34518/pemberian-hgu-tanpa-kontrol-penyebab-longsor-di-sukajaya-bogor.

Doni mengatakan, itu semua diawali dengan pemberian HGU kepada perusahaan tanpa kontrol serta kewajiban menghijaukan kembali lahan HGU diabaikan dan telah digunduli semena-mena. Penggundulan itu sudah terjadi 10 hingga 20 tahun yang lalu, dan tahun-tahun ini baru berdampak longsor.

Terkait pemberitaan tersebut di atas Bogor Times mengonfirmasi pihak pihak terkait, Seperti Perum Perhutani dan di terima langsung oleh Wakil Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor Muhammad Suparjo 8/1/2020.

Baca Juga:  Cek Penerima Bantuan Dengan Aplikasi Ini

Muhammad Suparjo mengatakan “ Lahan perhutani yang di kelola saat ini untuk wilayah Kabupaten Bogor untuk keseluruhan kurang lebih 38,000 Hektare dikatagorikan produktif 11,650 Hektare ada di Kabupaten Bekasi hutan Mangrof dan hutan lindung, di Kabupaten Bogor sendiri Perum Perhutani tidak adanya hutan lindung yang di kelola oleh Perum Perhutani hanya mengelola hutan produksi dan hutan produksi terbatas”.

Muhammad Suparjo : jangan saling menyalahkan terkait bencana ini lebih baik kita bagaimana cara untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana (Foto:Deddy)

Terkait dengan bencana yang menimpa Kabupaten Bogor di 4 Kecamatan Sukajaya, Nanggung, Cigudeg dan Jasinga untuk lahan Perum perhutani sendiri berjarak kurang lebih 25 KM dari lokasi bencana, saat ini kita tidak usah saling menyalahkan untuk lahan bencana yang di kelola oleh siapa saat ini kita lebih fokus untuk penangangan kemanusia akibat dari bencana  ini, lebih fokus untuk bantuan bencana dan Perum Perhutani bekerjasama Asrindo dan Bank Mandiri untuk membangun posko bantuan di Kecamatan Nanggung, ujarnya.

Baca Juga:  Warga Kabupaten Bogor Peduli Korban Bencana

Dan pihak kami pun mengirim relawan kurang lebih 20 orang menggunakan motor trail untuk mengirim logistik untuk lokasi bencana yang masih sulit untuk di lalui atau terisolasi, selain itu kami juga di posko menampung warga pengungsi, jadi untuk kedapan kita jangan saling menyalahkan terkait bencana ini lebih baik kita bagaimana cara untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana, tambahnya.

Untuk itu Bogor Times mencoba mengkorfirmasi  Badan pertanahan Nasional ATR/BPN Kabupaten Bogor dan di terima oleh Kepala Seksi Hubungan Hukum Keagrariaan ATR/BPN Kabupaten Bogor Wendi Ismawan mengatakan dirinya belum mengetahui stastus tanah yang terdampak longsor di dikecamatan sukajaya.

Baca Juga:  Tanggapan DPKPP Tentang 27 Huntara Korban Longsor dari IR Box
ATR?BPN Belum mengetahui status tanah lokasi bencana (Foto:Deddy)

“Saya belum tau status tanah tersebut HGU Atau bukan,Karena belum ada laporan titik koordinatnya, nanti kalau sudah didata saya akan sampaikanlah. Kalau saat ini saya belum bisa karena datanya belum saya dapatkan dari team yang berada di lapangan saat ini”. Jelasnya

Ketika Wendi Ismawan ditanya terkait tanah HGU yang sudah habis masa kontraknya sejak tahun 2000 sehingga tidak terurus dan tidak direkomendasikan untuk dikembalikan kenegara,wendi berkilah itu bukan kewenanganya.

“Bukan kewenangan kita itu kewenanagan pemerintah lah dan tidak baik kita saling menyalahkan dalam penangan bencana yang sedang kita lakukan saat in”.pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan