PILKADES-BANYAK PETAHANA TUMBANG

Bogor Times, Opini-Kabupaten Bogor, Pilkades Serentak di 273 Desa sudah selesai dilaksanakan, proses pemilihan ini sudah menghasilkan kepala-kepala Desa terpilih yang mendapat amanah dari masyarakat.

Ada beberapa Desa yang masih di pimpin oleh petahana, karena petahana sudah memiliki basis massa dan pernah menjabat sehingga karena faktor sudah dekat dengan masyarakat pun menjadi keuntungan untuk petahana.

Sahabat-sahabat yang melakukan pemantauan di lapangan menyampaikan bahwa jalannya Pilkades Serentak 2019 ini cukup kondusif dan tidak ada permasalahan berarti, apresiasi sebesar-besarnya untuk Seluruh panitia pilkades, Muspika, Jajaran Kepolisian, Kodim dan Pemkab Bogor.

Susilo Utomo aktifis medsos / Admin Sahabat Surga Bogor

Tapi berdasarkan laporan yang Admin terima, Pilkades tahun ini juga menjadi ajang bertumbangannya para petahana, trend ini hadir di Wilayah Bogor sebelah barat, terutama Dapil V, banyak petahana tumbang, bahkan petahana yang menuju ke periode ke 3 juga tumbang, dinamika poltik yang luar biasa di tingkat Desa.

Team SURGA BOGOR juga mendengar laporan terkait banyak terjadi nya politik uang di Pilkades tahun ini, bahkan beberapa team sukses mengeluhkan faktor utama kekalahan jagoannya adalah karena faktor uang.

“Kami hanya bisa memberi saran jika itu terjadi dan memiliki bukti, silahkan laporkan ke Team Pemantau Pilkades yang dibentuk Bupati yang di ketuai oleh Sofyan Sjaf,” tukasnya Admin SURGA BOGOR, Susilo Utomo.

Upaya itu, kata dia, khusus untuk mengawasi pelaksanaan Pilkades secara utuh. Karena team tersebut terdiri dari berbagai unsur yaitu KPUD, Panwaslu dan Pemkab sendiri.

“Mudah-mudahan jika bukti-buktinya kuat bisa dipertimbangkan untuk ditindak lanjuti, ” ucapnya.

Lebih lanjut, Susilo berpesan para calon terpilih bersikap bijaksana. Sehingga berfikir untuk merangkul lawan politiknya.

“Yang terpilih jangan melakukan selebrasi yang berlebihan, segera rangkul semua pihak baik kawan maupun lawan untuk sama-sama bersatu membangun Desa, karena Kepala Desa adalah milik seluruh masyarakat Desa, bukan milik individu ataupun teamses nya saja, dan ingat jangan sampai KORUPSI”. pesannya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan