PKS Kantongi Izin Tauran?

Anggota PKS yang tertangkap Oleh warga di jalan Raya Cogreg

Bogor Times, Kabupaten- Siapa sangka. Aktifitas tauran dengan kedok Perang Kain Sarung (PKS) bukanlah aksi vandalisme reaktif pemuda. Justru, aksi brutal kalangan yang didominasi pelajar ini bergerak terorganisir.

Struk panitia hingga wadah komunikasi profikatif disiapkan. Dengan semangat juara, peserta PKS diorganisir dengan stimulan hadiah jutaan rupiah.

Penelusuran Bogor Times.com dari beberapa peserta PKS. Pertandingan antar kelompok lintas desa dan kecamatan ini digelar sebelum Ramadhan. Para peserta yang ikut memeriahkan turnamen adu nyali ini semata-mata untuk menguji adrenalin.

“Saya sudah ke dua kali. Karena ikut-ikutan saja awalnya terus ketagihan karena menantang,” tukas IP (16).

Baca Juga:  Polsek Parung Bebersih Masjid

Tak hanya persenjatakan kain sarung. Pria yang mengaku warga Desa Cidokom, Kecamatan Gunungsindur ini mengaku pernah membawa senjata tajam (sejam) jenis celurit untuk melukai lawannya.

“Bebas bawa apa saja (celurit,red). Yang lain pakai sarung berisi batu. Makanya saya baqa celurit yang dikasih kawan saya,”ucapnya.

Teknis pertandingan tidak terjadwal dan terencana selayaknya pertandingan olah raga. Cukup via Gruop Facebook penantang menyatakan kesiapannya dan disambut lawan yang juga siap meladeni.

“Setelah di facebok tukar nomor dan berlanjut di WA,”pungkasnya.

Mengenai hadiah turnamen, IP enggan buka mulut. “Untuk hadiah saya ga tau pak. Saya ikut-ikutan kawan tongkrongan yang mau adu sarung,”tuturnya.

Baca Juga:  WARGA PERUMAHAN GRAND PARUNG RESIDENCE MENILAI PELAKSANA PROYEK PEMBANGUNAN RAMAYANA TIDAK ADA ITIKAD BAIK

Group Facebook yang dimaksud adalah Gruop Karihkil Cup ” Perang Sarung Antar Basis”. Gruop tersebut bersifat Privat dengan pengikut mencapai lebih dari 3000. Untuk menarik perhatian peserta, admin group memberi hadiah jutaan rupiah.

Untuk juara 1 mendapat uang tunai Rp 1 juta. Sedangkan juara dua mendapat Rp 500 ribu dan juara 3 mendapat hadiah Rp 50 ribu.

Belum lama ini, para pelaku PKS berhasil terjaring oleh pemuda Karangtaruna Desa Cogreg. Pada peaerta diberikan nasehat dan diminta untuk menghadirkan orang tuanya untuk lebih diawasi.
“Kami sudah undang orang tuanya. Yang dari desa Cogreg semua datang hanya yang dari Gunungsindur tidak hadir,”kata Ketua Kaertar Desa Cogreg, Ikhsan Saepul Munir usai melaksanakan pembinaan orang tua peserta PKS di kantor Desa Cogreg pada Jumat (24/04/2020).
Selanjutnya, kata Epul, penanganan PKS tersebut akan diambil alih oleh Polsek Parung. “Kami dan pemerinta desa tetap membantu polisi. Hanya selanjutnya penindakan lebih tegas oleh Polsek,”ucapnya.

Baca Juga:  Nahlou! Pol PP Parung Ciduk Pembuang Sampah

Upaya itu, sambung Epul, untuk mencegah aksi “maen hakim sendiri” oleh masyarakat yang geram dengan aktifitas meresahkan tersebut.

“Kami hawatir warga yang bertindak. Maka dari itu kami percayakan persoalan tersebut pada pihak berwenang (polisi,red),”pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan