Sampah Berserakan di Pasar Citeureup

Bogor Times, Kabupaten- Gunungan sampah di Pasar Citeureup RT03/02, Desa Citeureup meresahkan warga. Pasalnya, tak ada tindakan UPT Pasar untuk mengatasi masalah itu.

“Ketua RT dan RW sudah komplent tapi tidak ada tindakan,”tukas Asep Saepullah.
Menurut warga ini, pihak pengelola pasar saat ini kerap bersikap otoriter. Baik pada pedagang, masyarakat maupun ke bawahan.
“Pedagang dan warga sekitar komplen wajar. Karena sampah buat pengunjung pasar tidak nyaman. Tapi malah kepala Pasar ngomel-ngomel ke kami,” tukasnya.

Baca Juga:  Terbatas Anggaran, Bansos Covid-19 Kabupaten Bogor Berakhir Juli

Sebelumnya, sambung dia, di masa Pak Andrinoto para pesapon intens mengangkut sampah. Sehingga lingkungan pasar menjadi nyaman. Namun, kepemimpinan saat ini justru berbanding terbalik.
“Kalau tidak diangkat juga, kami warga akan demo ke pemda. Dan saya sudah komunikasi ke kepala desa,”tegasnya.

Hal itu dibenarkan oleh salah seorang Pesapon di area pasar Citeureup.
“Kalo yang dulu (kepala UPT Pasar Citeureup,red) baik. Kalau yang sekarang suka marah-marah dan susah dikasih masukan,”tukas pegawai PD Pasar yang enggan disebut namanya.
Itulah alasan, para pegawai pesapon yang biasanya melakukan pengangkutan sampah saat ini berhenti. Al hasil, sampah menggunung dan mengganggu kenyamanan warga.

Baca Juga:  Damkar Kab. Bogor Sisir Ular Kawasan Citayam

Sikap masyarakat itu direnspoun oleh kepala Desa Citeureup, Gugun Wiguna. Pihak desa melalui surat telah menegur UPT Pasar Citeureup agar melakukan tindakan.
“Kami sudah tegur lewat surat. Karena warga sudah marah banyak sampah mengganggu kenyamanan,”tukasnya.
Peneguran itu dilakukan karena desakan masyarakat sekitar. Karena gunungan sampah menghasilkan aroma tak sedap dan mengganggu kenyamanan warga.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan