Sekolah Darurat di Kampung Wates Diresmikan

Bogor Times, Kabupaten-Bencana alam yang melanda 4 Kecamatan Kabupaten Bogor pada awal tahun 2020 yang lalu menyebabkan beberapa fasilitas umum khususnya sarana pendidikan menjadi terganggu.

Mendapatkan laporan bahwa di Kampung Wates Desa Kiara Pandak Kecamatan Sukajaya yang terisolir karena akses jalan tertimpa longsor yang menyebabkan aktivitas warga terganggu khususnya di bidang pendidikan yaitu sekolah. Melihat hal itu Aksi Cepat Tanggap (ACT) bergerak untuk mendirikan sekolah darurat bagi warga sekitar.

Tepat pada hari Senin (3/2) Sekolah Darurat tersebut diresmikan serta dihadiri langsung oleh Kepala Urusan (KAUR) Perencanaan Pembangunan Desa Kiara Pandak Muhammad Supiyan serta Pembina Forum Warga Kampung Wates yang sekaligus menjadi Penanggung Jawab Sekolah Darurat Dodi Idaman dan warga sekitar.

Baca Juga:  Pengukuhan 40 Bunda Literasi Kecamatan Untuk Bogor Membaca

Kepala Urusan Perencanaan Pembangunan Desa Kiara Pandak, Muhammad Supiyan mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan pengorbanan tim ACT sehingga terwujudnya sekolah darurat tersebut. “Saya ucapkan terima kasih banyak baik secara pribadi maupun secara kepemerintahan desa”, Ucap Yayan yang menjadi panggilan sehari-hari.

Lebih lanjut Yayan berharap sekolah darurat ini bisa menjadi sekolah mandiri khususnya PAUD. “Karena pak Kades punya rencana di kampung Wates ini harus ada PAUD dan menjadi PAUD terpadu desa”, Ucap Yayan.

Baca Juga:  Festival Arsip Dan Literasi Tahun 2019 Dibuka Wabup Bogor

Sementara itu Pembina Forum Warga Kampung Wates yang sekaligus menjadi Penanggung Jawab Sekolah Darurat Dodi Idaman mengatakan, sekolah darurat ini akan dibebaskan dari pungutan bagi seluruh siswa. “Kegiatan ekonomi Forum Warga akan berusaha semaksimal mungkin untuk menutupi biaya operasional sekolah ini,” Kata Dodi.

Lebih lanjut Dodi mengatakan hal ini akan terwujud jika semua pihak terutama dari Lembaga ACT dan warga bisa bekerjasama.

Tanpa pungutan biaya dan kegiatan ekonomi Forum Warga akan mampu menutupi biaya operasional aktivitas pendidikan ini. Kami yakin hal ini akan terwujud jika semua pihak terutama lembaga kemanusiaan seperti ACT dan warga bisa bekerjasama. “Kami hanya berharap semoga Alloh menggerakkan hati orang-orang baik mendukung kegiatan kami”, Pungkas Dodi.

Baca Juga:  Mau Lulus SD dan SMP? Ini Syaratnya.

Sekolah darurat ini dibuka dari PAUD sampai Kelas 2 SD dengan jumlah total ada 34 Siswa baik dari Kampung Wates Desa Kiara Pandak dan Kampung Babakan Ciberani Desa Pasir Madang Kecamatan Sukajaya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan