Rencana Pemkot Bogor Ingin Memperpanjang Kontrak Di TPA Galuga Diprotes Mahasiswa. Pemkot Diminta Lebih Dulu Melaksanakan Putusan PN Cibinong

Bogor Times,Kota Bogor-Rencana Pemerintah (Pemkot) Kota Bogor yang ingin memperpanjang kontrak,di (TPA) Galuga yang jatuh pada Kamis 31 Desember 2020 kemarin, juga turut menuai kritik dari Central Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Bogor (CGMPB).

Lantaran hingga saat ini tuntutan mahasiswa juga belum dipenuhi.

Mahasiswa CGMPB ini pun menyatroni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor pada Rabu (30/12/2020),lalu.

Baca juga : Wiwin Terduga Pelaku Pungli, Yakin Nggak Bakal Ditangkap Polisi. Asal Duduk Bersama Dan Utamakan Musyawarah.

Awalnya,puluhan mahasiswa ini berencana akan menyampaikan tuntutannya dengan cara menggelar aksi demo di depan kantor DLH.

Mahasiswa CGMPB menyatroni Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor pada Rabu 30 Desember 2020

Namun,aksi yang bakal digelar pada Rabu siang itu, justru berhasil diredam dengan mengajak para pendemo makan siang,di salah satu kawasan rumah makan tak jauh dari kantor kepala dinas (Kadis).

Para demonstran yang berjumlah empat orang ini pun hanya bisa melakukan tanya jawab dengan kadis.

Baca juga : Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor Pertanyakan Aliran Dana Bus Transpakuan Dari 35 Milyar Ko Bisa Turun Menjadi Rp 575 Juta?

Namun sayang,ketika mereka sedang membahas permasalahan bau busuk yang sedang menimpa warga Cibungbulang,wartawan Bogor Times Febri Daniel Manalu juga tak diijinkan untuk ikut meliput.

Ketua CGMPB Deden Juju Juliana mengatakan,semenjak Pemkot Bogor melakukan perjanjian kontrak-sewa di tempat pembuangan akhir (TPA) Galuga,milik Pemerintah Kabupaten Bogor.

Bau busuk yang berasal dari sampah, justru malah mengancam kesehatan warganya.

Dia memaparkan jika rencana perpanjangan kontrak tetap dilakukan,maka ada beberapa tuntutan yang harus dipenuhi.

Mahasiswa CGMPB menyatroni Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor pada Rabu 30 Desember 2020

Pertama,para pendemo ini meminta Pemkot Bogor agar mau memberikan fasilitas air gratis kepada warganya.

Selain, meminta fasilitas air gratis,Deden juga menyampaikan tuntutan warga kepada Walikota Bogor di bidang pendidikan dan juga kesehatan.

Tak hanya itu,para pendemo ini juga meminta agar pemkot memberikan lapangan pekerjaan kepada warga terdampak.

‘‘Kami keberatan jika pemkot membuang sampahnya ke Kabupaten Bogor.Alasannya,karena warga tidak tahan mencium bau busuk dari sampah yang dibuang ke TPA Galuga.Dan ini jelas berdampak pada kesehatan,”kata Deden.

“Sudah banyak warga yang mengalami gangguan pernapasan dan juga terkena penyakit kulit akibat sampah yang membusuk,’’keluh Deden kepada Pemda Kota Bogor.

Lebih lanjut dia mengatakan,solusi yang ditawarkan pemkot ini pun dinilai tidak sebanding dengan kerugian yang mereka dapatkan.

Sebab,Pemkot Bogor hanya mau memberikan upah kepada warga yang mau melakukan daur ulang sampah anorganik.

Seperti halnya mendaur ulang botol minuman dan plastik.

‘‘Keuntungan dari daur ulang per 1kg botol hanya dihargai sebesar Rp1000 saja.Tentu ini tidak sebanding.Kami pun berharap tuntutan kami yang sebelumnya juga dipenuhi,’’harap Deden.

Terkait, keluhan agar limbah sampah tidak lagi berceceran saat diangkut,menurut kadis,dia (Kadis) berjanji akan menganggarkan perbaikan mobil pada 2021 nanti.

Begitu pun dengan bau sampah yang dihasilkan dari TPA Galuga,kadis juga berjanji akan memerintahkan anak buahnya untuk melakukan penyemprotan.

Kata dia mahasiswa memang,tidak memberikan batas waktu kepada Pemkot Bogor.

Namun jika tuntutan para mahasiswa ini juga tidak direalisasikan pada Januari 2021

dia pun bersama kawan-kawannya mengancam akan kembali turun ke jalan.

Pemkot Bogor yang dipimpin Bima Arya juga diminta untuk melaksanakan putusan Pengadilan Negeri Cibinong NO.94/Pdt.G/2007/PN

Wartawan Bogor Times/Febri Daniel Manalu.
Instagram:febridanielmanalu

‘‘Dalam putusannya, pengadilan meminta agar pemkot memperhatikan aspek lingkungan,memperbaiki jalan rusak,memberikan penerangan jalan,juga memberikan sarana air bersih,’’tambah Deden seraya membacakan putusan hakim yang berada ditangannya.

Baca juga : Warga Curug Mengeluhkan Maraknya Dugaan Parkir Liar Diwilayahnya!!!

‘‘Selain itu,pemkot juga diminta untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat.Namun yang baru dijalankan hanya perbaikan jalan,pemberian penerangan jalan umum (PJU),pemberian sarana air besih itu pun baru kemarin dan juga berbayar,’’keluh Deden.

Sementara itu,ketika Bogor Times ingin mengonfirmasi terkait tuntutan para pendemo ini,kepala dinas(Kadis) Lingkungan Hidup Deni Wismanto belum juga bisa dikonfirmasi.

Redaktur : Febri Daniel Manalu

Instagram : febridanielmanalu

Bagikan:

Tinggalkan Balasan