Tips Puasa Saat Corona

Bogor Times, Opini- Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajjb bagi umat Islam yang kini mayoritas di Indonesia. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadhan kali ini hadir dengan tantangan yang lebih berat bagi umat muslim sedunia.

Tantangan itu adalah ancaman wabah virus corona yang mengharuskan kita untuk selalu menjaga imunitas tubuh dan kesehatan selama berpuasa.

Dalam siaran pers yang dibagikan oleh Royal Philips kepada awak media, hari ini (27/4/2020); Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menjelaskan cara memenuhi kebutuhan sistem imunitas selama berpuasa.

Baca Juga:  Diduga ada Corona, Camat Citeureup Ambil Sikap

Ahli gizi dan Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association ini berkata bahwa ketika berpuasa, kebutuhan tubuh akan zat gizi sebenarnya tidak berubah, hanya saja waktu makannya yang berbeda.

“Pada kebanyakan orang yang berpuasa, jam makan menjadi lebih pendek dibandingkan waktu tidak berpuasa dan mereka juga memiliki kecenderungan memilih makanan dan minuman yang manis menyebabkan kesempatan untuk memenuhi zat gizi terkait imunitas menjadi berkurang,” kata Dr. Rita.

Dia melanjutkan, untuk menjaga sistem imun tubuh, kita perlu mengonsumsi vitamin dan mineral melalui makanan yang sehat dan berimbang.

Baca Juga:  Soal Data, Kades Ontrog Bupati

Memang benar bahwa vitamin dan mineral kini bisa didapatkan lewat suplemen. Namun, Rita berkata bahwa dalam mengonsumsi vitamin dan mineral lewat suplemen, kita harus memerhatikan dosis dan jenisnya.

Pasalnya, untuk vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A dan E, konsumsinya dalam bentuk suplemen yang berlebihan bisa mengakibatkan penumpukan dalam tubuh. Jika dibiarkan, penumpukan vitamin larut dalam lemak bisa bersifat toksik atau beracun bagi tubuh.

Sebaliknya, jumlah vitamin dan mineral yang didapatkan dari makanan tidak akan menjadi toksisitas di dalam tubuh dan ketahanannya di dalam tubuh juga lebih lama.

Baca Juga:  Tolak Lockdown, Gus Nuril Ajak Masyarakat Jauhi Kerusakan

Artinya ketika seseorang tidak mengonsumsi vitamin dan mineral pada kurun waktu tertentu, maka tidak akan langsung terjadi gejala defisiensi (kekurangan) vitamin pada tubuhnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan