Ulama Betawi, Abuyya KH Abdurrahman Nawi Tutup Usia

BOGOR TIMES, Nasional-Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) , Abuyya KH Abdurrahman Nawi dikabarkan meninggal dunia saat melakukan rangkaian tindakan medis di RS Bakti Yuda pada Senin (18/11/2019).

Kabar meninggalnya Abuyya kemudian dibenarkan oleh santri terbaiknya, Djauharulbar. “Betul, saat ini saya masih di rumah sakit,” ucap Akbar sapaannya.

Dia melanjutkan, kabar itu didapatnya langsung dari keluarga yang tengah mengawal pengobatan pakar Ilmu Nahwu dan Sorof ini. 

“Jenazah akan disholatkan di Pondok Pesantren Al Awwabin, Depok dan rencananya akan dimakamkan di Ponpes Al Awwabin, Bedahan,” tuturnya. 

Baca Juga:  Ceramah GUS Muwafiq Tidak ada Yang Salah. Ini alasannya

Dialah ulama antik Betawi yang masih konsisten di jalan dakwah. KH Abdurrahman Nawi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Awwabin ini mendapat julukan ulama antik, karena pokok pikirannya sejalan dengan pemerintah dan juga para ulama.

Bagi kalangan ulama dan habaib di tanah Betawi ini tentu banyak mengenal KH Abdurrahman Nawi, salah seorang ulama sepuh yang masih konsisten berdakwah.

Sekalipun usianya sudah mulai dibilang senja, memasuki umur 99 tahun ini, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Awwabin ini masih mengasuh sekitar 31 majelis taklim yang ada di Jakarta ini.

Baca Juga:  Kiyai Ahmad Bagdja Wafat

Ceramahnya yang sarat dengan kandungan nilai-nilai dan pesan moral yang kukuh di atas pandangan ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah membuat banyak jamaah yang ada di tanah Betawi ini kerap mengundangnya.

Dan uniknya, dalam setiap acara yang dihadirinya KH Abdurrahman Nawi sering duduk bersama dengan Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf dan Habib Husein bin Ali bin Husein Alattas. Karena sering bertemu dalam sebuah acara, ketiga ulama Betawi ini oleh H. Hamzah Haz (Ketua DPP PPP dan saat itu sedang menjabat sebagai Wakil Presiden RI) pernah menjuluki mereka ulama “Tiga Serangkai”.

Baca Juga:  Kiyai Saari Thohir: Ulama Bogor Punya Sanad Yang Jelas

Lepas mendapat julukan Ulama “Tiga Serangkai” Betawi dari orang nomor 2 RI itulah, akhirnya kemana-mana mereka selalu bertiga, utamanya dalam acara-acara keagamaan yang banyak digelar oleh kalangan habaib, pemerintah ataupun masyarakat yang ada di Jakarta ini.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan