Usai Meninggal Karena Covid-19?

Bogor Times, Kabupaten- Pentingnya untuk enjaga diri dari tertular virus Corona cukup beralasan. Ketika sudah terjangkit, saat hidup hingga meninggal akan mendapat perlakukan berbeda. Tak ada kafan hanya pelastik dan tak ada bunga yang ada hanya Disinfektan.

Sebagaimana cerita Daniel yang kehilangan keluarganya karena virus Covir-19. Sebagaimana dikutip melalui media Detik.

Daniel bercerita salah satu keluarganya dinyatakan meninggal karena Covid-19 pada pukul 21.00 WIB. Saat itu, sebutnya pihak rumah sakit menyarankan waktu maksimal penguburan hanya maksimal 4 jam setelah dinyatakan meninggal.

“Karena diduganya itu ya SOPnya memperlakukan jenazah sesuai pasien Covid-19, harus langsung dikuburkan 4 jam paling lama setelah meninggal, jangan lebih dari 4 jam,” ucapnya.

Namun dia menyebut tidak ada kuburan yang masih melayani saat malam hari itu. Karena itu, menurutnya akhirnya omanya dikuburkan pada pukul 10.30 WIB.

Daniel menjelaskan sebelum dikuburkan, jenazah dan peti omanya lebih dulu dibungkus plastik. Saat itu, sebutnya pihak keluarga tidak diizinkan mengganti pakaian yang dikenakan jenazah. 

“Iya dibungkus plastik, petinya kalau enggak salah juga dibungkus plastik, SOPnya juga jenazah dibungkus plastik, karena tadinya oma sudah siapkan baju, ternyata reques untuk ganti baju nggak bisa,” jelasnya.

Baca Juga:  Astagfirullah! Se-keluarga Korban Corona

Kemudian saat proses penguburan di TPU Kampung Pulo, Daniel menjelaskan jenazah omanya diantar oleh 6 orang dari Dinkes DKI Jakarta berpakaian alat pelindung diri (APD) berwarna biru. Setibanya jenazah hingga liang kubur langsung disemprot disinfektan.

“Petugasnya itu jadi ngeluarin peti, mereka jalan tuh cepet dan buru, baru dimasukan ke liang kubur, masukinnya juga cepet banget, terus dari pihak kuburan saat proses menurunkan itu selalu kasih disinfektan, terus selalu selama proses itu disemprot disinfektan terus,” ujar Daniel.

Dia menyebut proses penguburan itu berlangsung cepat sekitar 20 menit. Saat itu, dia juga mengaku tidak diminta menjauh sejauh 30 meter dari lokasi liang kubur.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Balita Bogor Bebas Covid-19

“Ada satu pria berpakaian loreng juga membantu memberi arahan keluarga jangan mendekat, menjauh sekitar 30 meter, setelah peti dututup tanah baru bisa. Sekitar 20 menit lah itu,” ungkapnya.

Saat itu, juga tidak ada prosesi apapun dan satupun orang yang melayat saat penguburan itu. Menurutnya hanya keluarga yang hadir yang melakukan doa dan memberi bunga saat peti jenazah sudah terkubur tanah.

“Enggak ada yang ngelayat, enggak ada ibadah pelepasan juga, iya langsung dikubur, kita baru berdoa sendiri di situ kasih bunga dan yaudah begitu,” sebutnya.

Baca Juga:  Lonjakan korban Corona Kabupaten Bogor

Bagikan:

Tinggalkan Balasan