Wajib Asuransi, Program KUR Disoal Nasabah Bank BRI Parung


PARUNG, Bogor Times- Masyarakat yang hendak memanfaatkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk bertahan di era pandemi harus mengelus dada. Kewajiban yang diterapkan oleh pemerintah melalui Bank BRI untuk mengikuti asuransi menjadi beban tersendiri bagi nasabah.


“Saya ajukan KUR buat modal usaha, bukan ikut asuransi. Aneh, kok bisa diwajibkan asuransi. Oleh pihak bank tiap hari disuruh kumpulin uang Rp 10 ribu untuk asuransi,” kata salah satu nasabah, Osman.

Warga Desa Cogreg, Kecamatan Parung ini mengaku merasa keberatan dengan kebijakan tersebut. Lantaran, ia berharap bisa segera mengambul agunan surat tanah yang dia jaminkan.”Kalau dibebani biaya asuransi. Saya bisa kwalahan bayar tagihan, bisa-bisa jaminan saya lama di bank,” keluhnya.

Karena itu, Osman meminta dispensasi biaya asuransi. Namun karena wajib, Osman diarahkan untuk mengikuti asuransi yang satu bulan dengan biaya administasi Rp 300 ribu.


“Kalau  tidak berminat. Tidak usah dilanjutkan. Tapi uang Rp 300 ribu nya hangus, itu kata orang Bank,” ucapnya.


Saat dikomfirmasi, kepala Cabang BRI Parung tidak di tempat. “Belum dateng mas,” kata Scurity.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan